Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Musik Tradisional Tionghoa

Gabungkan Musik Klasik dan Pop yang Ramah di Telinga

06 Februari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

MERDU: Michelle anggota kelompok musik Kemuning saat memainkan alat musik pipa menghibur pengunjung Lenmarc Mall, Selasa (5/2).

MERDU: Michelle anggota kelompok musik Kemuning saat memainkan alat musik pipa menghibur pengunjung Lenmarc Mall, Selasa (5/2). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA- Suara musik klasik khas Tionghoa mengalun syahdu memenuhi atrium utama Lenmarc Mall Surabaya, Selasa (5/2). Di antaranya terdengar lagu-lagu khas Imlek, lagu mandarin klasik , juga lagu mandarin populer seperti Tian Mi Mi. Lagu-lagu itu seketika menghadirkan nostalgia bagi pendengarnya.

Adalah kelompok musik Kemuning yang tampil menghibur pengunjung dalam rangkaian perayaan Imlek tahun ini. Kelompok musik tradisional ini tampil dengan empat formasi. Meyta yang memegang gu zheng, Sun Sun yang memegang rahu, Michelle yang memegang pipa dan Carel memegang keyboard. Mereka tampil selama tiga jam penuh membawakan sepuluh hingga dua belas lagu setiap sesinya. 

Sun-sun menjelaskan, meski berasal dari kelompok musik tradisional dengan base orchestra, kelompoknya sengaja menyajikan musik campuran. Antara klasik dan pop tahun 1970-an. Alasannya karena musik-musik ini lebih familiar di telinga masyarakat. “Karena kami mengikuti selera pasar Indonesia ya, yang masih banyak yang kurang menikmati musik klasik. Jadi kami padukan dengan lagu-lagu pop sehingga yang mendengarkan bisa mampir dan enjoy menyaksikan,” katanya. 

Ia katakan, alunan musik yang dihadirkan dari instrumen musik tradisional memiliki warna yang khas. Petikan-petikan irama dari alat musik gu zheng yang menyatu dengan pipa dan suara rahu berhasil menyajikan musik mandarin dengan nuansa chinese yang kini sudah jarang terdengar. Mengadirkan nostalgia tersendiri. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia