Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Sepanjang 2018, Ekspor Mainan Kayu Jatim Turun 5 Persen

06 Februari 2019, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET/KEMENDAGRI)

Share this      

SURABAYA – Sepanjang 2018, Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Jawa Timur mencatatkan perkembangan ekspor mainan kayu di Jawa Timur mengalami penurunan. Angkanya kurang lebih mencapai 5 persen. Hal ini disebabkan tahun lalu sejumlah wilayah menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Kondisi ini membuat perusahaan impor memilih wait and see sebelum mengajukan permintaan di Indonesia. 

Selain itu, Ketua Bidang Mainan Kayu Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Jawa Timur Winata Riangsaputra menyatakan, faktor lain yang mempengaruhi penurunan ekspor industri mainan kayu Jawa Timur  ialah harga yang dinilai kurang kompetitif jika dibandingkan dengan Vietnam dan China. “Di pasar internasional, secara kualitas, barang produksi dalam negeri nyaris sama dengan buatan Vietnam dan China. Namun jika dilihat dari segi cost production, harga produk dalam negeri masih kurang kompetitif,” terangnya di Surabaya, kemarin.

Winata juga menyebutkan, upah tenaga kerja di Vietnam masih murah jika dibandingkan dengan upah tenaga kerja di Jawa Timur. “Apalagi yang berada di ring 1 dan ring 2. Kebetulan pabrik mainan kayu yang ekspor berada di wilayah ring 1 dan 2. Sedangkan kalau dengan China, kita kalah produktivitas tenaga kerja dan adanya insentif,” tuturnya. Pemerintah China juga memberikan subsidi untuk event pameran.

Sementara kalau di Indonesia, lanjut Winata, terakhir kali industri mainan mendapat fasilitas pameran di luar negeri pada 2014 lalu. “Event di Indonesia juga kurang begitu sukses untuk mendatangkan buyer khusus mainan. Karena kebanyakan event di Indonesia itu multi produk,” imbuhnya.

Selain itu, beberapa tahun terakhir muali banyak bermunculan mainan gadget yang tumbuh sangat pesat. Namun demikian, Winata mengaku, tahun ini pihaknya akan melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan ekspor mainan kayu Jatim. “Namun kami lebih mentargetkan untuk mempertahankan ekspor terlebih dahulu,” ujarnya. 

Winata menambahkan, sejauh ini, ekspor mainan kayu Jawa Timur paling banyak di ekspor ke negara Eropa, Amerika, dan Jepang. Sedangkan banyaknya perusahaan mainan kayu di Jawa Timur yang khusus untuk ekspor ada dua. “Satu perusahaan di Surabaya dengan investasi yang diperoleh dari PMDN. Sedangkan satu lagi ada di Jombang dengan investasi yang diperoleh dari PMA,” ungkapnya. Semenatara, yang bergerak di pasar lokal terdapat lima industri di Jawa Timur. Namun skalanya kecil, seperti home industri dan industri kecil. 

Adapun mainan kayu yang selama ini sudah diekspor mayoritas mainan jenis edukasi. Seperti wooden puzzle, wooden block, balance, dan stacking games. (cin)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia