Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tahun Politik, Pertumbuhan Industri Mamin Diprediksi Flat

05 Februari 2019, 21: 32: 03 WIB | editor : Wijayanto

BERKEMBANG PESAT: Pekerja menyelesaikan pembuatan kue di salah satu industri mamin rumahan di kawasan Ngagel, Surabaya.

BERKEMBANG PESAT: Pekerja menyelesaikan pembuatan kue di salah satu industri mamin rumahan di kawasan Ngagel, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Tahun politik dianggap menjadi salah satu momentum yang cukup menguntungkan bagi industri makanan dan minuman (mamin). Sebab, banyak kegiatan pesta demokrasi yang pasti membutuhkan pasokan logistik. Namun demikian, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memprediksi pertumbuhan industri mamin tahun ini dengan adanya momen pemilu legislatif (pileg) dan pemilu preside (pilpres) akan sama dengan tahun lalu. 

Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman mengatakan, pertumbuhan industri mamin sepanjang 2019 akan tetap flat. Menurutnya, pertumbuhannya akan normal-normal saja di angka 8-9 persen. "Mudah-mudahan bisa sampai 9 persen, asal kondisinya kondusif. Tetapi saya juga tidak melihat adanya faktor negatif yang bisa membuat gejolak di industri mamin," terangnya di Surabaya. 

Adhi mengaku, momen politik biasanya memberikan dampak positif terhadap permintaan mamin. Tetapi kali ini tidak berpengaruh signifikan. Menurutnya, hal ini dikarena pola kampanye yang sudah berubah. "Sudah tidak seperti dulu. Pengerahan massa sekarang jarang dilakukan. Bahkan sampai saat ini, pengerahan massa hanya 1-2 kali saja. Ada yang seminggu sekali. Jadi tidak signifikan menambah," tuturnya. 

Selain itu, Adhi menjelaskan, tren permintaan mamin memang masih sepi di awal tahun, sekitar bulan Januari dan Februari. Nanti memasuki  Maret, permintaan mamin diprediksi sudah mulai naik. "Setelah April-Juni, perkiraan saya akan ada lonjakan karena momen Lebaran. Normalnya setiap tahun akan seperti itu," imbuhnya. 

Setelah Lebaran, pihaknya berharap usai diketahui siapa pemenang Pilpres pada April nanti, selanjutnya baik pemerintah, pelaku usaha, maupun konsumen sudah kembali normal. "Dan pemerintah pastinya tidak akan membuat keputusan-keputusan besar yang akan memberikan pengaruh signifikan terhadap industri mamin. Karena masa penyelesaian pemerintahan yang lama sampai Oktober. Setelah Oktober akan memasuki masa kabinet baru," imbuhnya.

Adapun selama pesta demokrasi, biasanya jenis-jenis mamin yang mengalami peningkatan permintaan seperti air minum dalam kemasan (AMDK). "Minuman rasa-rasa seperti teh, kopi, dan jus yang botolan paling mendominasi. Kemudian juga snack-snack atau biskuit dan roti," ujarnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia