Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Sepanjang 2019, Permintaan Apartemen Diprediksi Stagnan

05 Februari 2019, 19: 07: 32 WIB | editor : Wijayanto

STAGNAN: Deretan bangunan apartemen di kawasan Surabaya barat.

STAGNAN: Deretan bangunan apartemen di kawasan Surabaya barat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Lembaga survey properti Colliers International memperkirakan permintaan apartemen di Surabaya tidak akan berubah sampai akhir tahun 2019. Hal ini dikarenakan adanya potensi kenaikan suku bunga bank, momen pemilu, dan kemungkinan pelemahan rupiah akibat ketidakpastian global.

Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto menjelaskan, saat ini tantangan besar di properti ialah suku bunga. Baik bagi developer maupun end user. "Kalau developer kan suku bunga konstruksi, sedangkan end user di cicilan pembelian properti. Nah, meski sudah ada kebijakan uang muka rendah, tapi kalau suku bunga naik maka cicilan malah besar juga," jelasnya di Surabaya. 

Menurut dia, agar lebih bergairah mestinya para pelaku perbankan atau yang bergerak di bidang financing menambah tenor supaya jumlah cicilan lebih ringan. "Namun ini tentunya juga perlu adanya kebijakan lagi dari Bank Indonesia. Bicara apartemen di Surabaya, rasionya masih kecil. Masalahnya, masyarakat apakah punya akses dan kemampuan beli," imbuhnya.

Namun demikian, Ferry memaparkan, tingkat keterisian diperkirakan akan naik sepanjang tahun ini. Seiring dengan permintaan untuk short-stay dari grup korporasi yang cenderung kuat karena jumlah pasokan apartemen sewa cenderung terbatas.

"Sedangkan di 2018 lalu, tingkat keterisian apartemen sewa menurunan drastis sebesar 11,8 persen dibanding 2017 karena persaingan yang ketat dengan hotel ditambah dibukanya apartemen service baru," paparnya.

Sementara itu untuk penambahan unit apartemen baru, diperkirakan mencapai 31.471 unit atau sekitar 90 persen dari total stok saat ini yang akan hadir di Surabaya hingga 2021. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia