Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Hanyut Terbawa Arus saat Banjir, Bocah SMP Ditemukan Tewas

01 Februari 2019, 19: 13: 07 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPG)

Share this      

SURABAYA - Nasib nahas menimpa Daniel Marda Richard Calvin, 13, warga Jalan Palm Pertiwi Blok AT No. 09, Menganti, Gresik. Bocah SMP ini meninggal dunia karena hanyut terbawa arus air saat banjir menenggelamkan kawasan perumahan di Surabaya barat. Peristiwa yang menimpa korban ini terjadi pada Kamis sore (31/1) ketika Surabaya diguyur hujan lebat dan hampir semua jalan tergenang air.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya, Eddy Cristianto saat dihubungi Radar Surabaya menuturkan bahwa kronologis kejadian bermula saat korban bersama adiknya yang bernama Christoper, 10, pulang sekolah dengan dijemput oleh ayahnya, Johannes Markus, 44.

“Ketika itu Markus dan kedua anaknya melewati kawasan perumahan Bukit Bali, Citraland karena menghindari macet untuk menuju rumahnya di Menganti, Gresik. Karena jalan banjir, motor yang dia kendarai bersama kedua anaknya tersebut mogok sehingga dia mendorong motornya,” kata Eddy. 

Saat mendorong motor itu Daniel dan Christoper berada di belakang ayahnya sekitar 10 meter. Namanya anak, Daniel lantas bermain gabus yang dia temukan saat berjalan. Dimainkanlah gabus tersebut. Tiba-tiba Daniel terprosok ke dalam sungai yang saat itu meluap dan mengalir deras. Adiknya berusaha untuk menolong korban malah ikut terbawa derasnya arus.

Beruntung, adik korban berhasil diselamatkan warga dengan kondisi selamat. Namun sang kakak terseret arus air. Petugas dari BPB Linmas, Tim SAR, dan petugas dari Polsek dan Koramil Lakarsantri dibantu dengan warga setempat latas dikerahkan mencari korban melalui jalur darat dari samping kanan dan kiri sungai. Kemudian dilanjutkan dengan pencarian di sungai dengan menggunakan unit perahu. 

Sekitar pukul 20.10, tubuh Daniel berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga yang kebetulan membantu melalui jalur darat sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. "Korban masih mengenakan seragam sekolahnya menyangkut di kayu dengan keadaan kaki mengapung di atas sungai," tuturnya. 

Kemudian malam itu juga korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP di Wiyung dievakuasi dengan menggunakan mobil ambulans milik PMI Kota Surabaya ke rumah duka.

Supriyanto salah satu saksi mata menjelaskan bahwa dia ketika itu sedang berada di pos penjagaan mendengar banyak orang langsung berusaha membantu mencari korban. “Saya sempat tahu kalau korban (Daniel) kebawa arus tangannya sedang di atas dan lewat depan pos ini," ujar warga Lakarsantri tersebut. 

"Warga yang lain sempat menghadang di aliran sungai ini, tapi arusnya deras banget," ujarnya. Petugas keamanan di pos jaga perumahan itu menjelaskan bahwa barang milik ayah korban masih berada di pos keamanan. “Saat itu kondisi sedang panik jadi barang-barangnya banyak tertinggal di sini, tapi kami tetap amankan agar nanti bisa diambil sewaktu-waktu,” tambahnya.

Terlihat sepeda motor matic bernopol W 38855 KX beserta helm dan jaket biru milik ayah korban yang digunakan membonceng korban terparkir di depan pos penjagaan. Tak hanya itu, sepatu dan tas milik Markus yang sudah terbuka terlihat di dalamnya terdapat singkong yang terbungkus plastik dan beberapa kertas yang terselip berada di dalam pos penjagaan perumahan. (rmt/jay)   

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia