Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tarif Angkutan Udara Dorong Inflasi Jatim pada Januari 2019

01 Februari 2019, 23: 40: 59 WIB | editor : Wijayanto

NAIK: Tiket pesawat naik hingga batas atas mendorong inflasi di Jatim.

RAMAI: Penumpang memadati area keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Jatim mengalami inflasi sebesar 0,34 persen pada Januari 2019. Adapun seluruh kota indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan, tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi di bulan Januari 2019 adalah tarif angkutan udara, beras, dan ikan mujahir. Pada bulan Januari, harga pesawat mengalami kenaikan disebabkan oleh harga tiket yang berada pada tarif batas atas.

Hal ini membuat tarif angkutan udara menjadi faktor utama pendorong inflasi. "Selain itu, inflasi juga didorong oleh naiknya harga beras akibat faktor musiman, dimana saat ini masih belum memasuki musim panen biasanya harga beras naik di awal tahun," terangnya di Surabaya, Jumat (1/2).

Komoditas lain yang menjadi penyebab utama terjadinya inflasi adalah ikan mujair. Menurut Teguh, kenaikan harga ikan mujair disebabkan permintaan yang meningkat akibat dari tingginya harga ikan laut.

Selain tiga komoditas utama pendorong inflasi tersebut, Teguh juga mencatat adanya komoditas lain yang juga mendorong terjadinya inflasi bulan Januari. Seperti emas perhiasan, tomat sayur, rokok kretek filter, cabai rawit, wortel, daging ayam ras, dan bawang merah. "Jika dilihat dari dari tujuh kelompok pengeluaran, pada bulan Januari 2019 seluruh kelompok mengalami inflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan, yakni sebesar 0,91 persen," tuturnya.

Teguh memaparkan, apabila dilihat tren musiman setiap bulan Januari selama sepuluh tahun terakhir, yakni selama 2009-2018, seluruhnya terjadi inflasi. "Bulan Januari 2017 merupakan inflasi tertinggi yaitu sebesar 1,52 persen. Sedangkan inflasi terendah pada bulan Januari 2015 sebesar 0,20 persen," ujarnya. 

Sementara, berdasarkan penghitungan angka inflasi di 8 kota IHK di Jawa Timur selama Januari 2019, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Malang yang mencapai 0,53 persen. Kemudian diikuti Banyuwangi sebesar 0,39 persen, Surabaya dan Madiun sebesar 0,33 persen, Sumenep sebesar 0,32 persen, Kediri dan Jember sebesar 0,15 persen, dan Probolinggo sebesar 0,12 persen. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia