Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
ASITA Keluhkan Harga Tiket dan Tarif Bagasi

Dongkrak Harga Paket Wisata Hingga 50 Persen

01 Februari 2019, 18: 43: 12 WIB | editor : Wijayanto

DIKENAI TARIF: Bagasi pesawat kini tak gratis lagi.

MENINGKAT: Pekerja menurunkan barang dari pesawat terbang di Bandara Juanda Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur mengeluhkan dampak kenaikan harga tiket dan hilangnya fasilitas bagasi gratis di pesawat. Pasalnya, hal ini membuat agen travel harus menaikkan harga paket wisata mereka hingga 50 persen. 

Ketua DPD ASITA Jawa Timur Arifudinsyah mengatakan, untuk penerbangan domestik, harga tiketnya memang mahal. Sementara andalan dari pariwisata adalah transportasi. Namun demikian, meski mengalami kenaikan yang cukup signifikan, Arif tak hapal pasti pengaruhnya terhadap pertumbuhan wisatawan domestik. “Kami lihat kenapa tiket domestik mahal karena ada PPN 10 persen. Di luar negeri tidak ada itu,” terangnya di Surabaya.

Sementara, Ketua Dewan Tata Krama (Depeta) ASITA Jawa Timur Nanik Sutaningtyas mengatakan, penghapusan kebijakan bagasi gratis di pesawat membuat banyak pelanggan yang kecewa. Terlebih bagi mereka yang ingin berwisata dengan jarak jauh. Seperti Surabaya ke Medan yang harus transit di Jakarta.

"Biaya bagasi terhitung dua kali. Pertama dibayar saat perjalanan menggunakan maskapai dari Surabaya-Jakarta, dan kedua Jakarta-Medan," jelasnya. Menurutnya, tarif bagasi ini bisa lebih mahal daripada harga tiket pesawat Surabaya-Medan sendiri.

Kondisi tersebut, diakuinya, memaksa travel agen menaikkan paket wisata domestik. Asumsinya kenaikan berada dikisaran 30-50 persen. Karena biaya paket wisata setengahnya masih didominasi oleh transportasi. 

Lantas seberapa berpengaruhnya terhadap bisnis wisata terutama domestik, Nanik belum tahu secara pasti. "Sekarang masih low season, tapi cukup lumayan. Yang pengaruh signifikan adalah tujuan jarak jauh sulit dijual," ujarnya. 

Ia berharap, pemerintah turun tangan membuat regulasi yang juga melindungi agen travel. Jika tidak ingin sektor bisnis ini tergilas, dan kalah bersaing dengan travel agen luar negeri. Yang harga paket wisatanya lebih murah dengan domestik. "Jangan biarkan maskapai membuat aturan seenaknya menghapus bebas bagasi, sehingga biaya perjalanan menjadi mahal sekali. Jangan biarkan pariwisata terpuruk," pungkasnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia