Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Ribuan Tabloid IB Dibiarkan di Kantor Pos, Polisi-Bawaslu Diam

01 Februari 2019, 08: 44: 40 WIB | editor : Wijayanto

DIBIARKAN: Paket paket pos berisi tabloid IB dibiarkan tak terurus di Kantor Pos Cabang Gresik.

DIBIARKAN: Paket paket pos berisi tabloid IB dibiarkan tak terurus di Kantor Pos Cabang Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Temuan tablod Indonesia Barokah (IB), awal pekan ini ternyata belum ditinaklanjuti oleh Polres Gresik maupun Bawaslu Gresik. Dari 1.054 paket pos tabloid IB, sekitar 31 paket di antaranya sudah terkirim ke penerima. Sementara 1.024 paket lainnya masih tertahan di Kantor Pos.

Dari penelusuran Radar Gresik, 1.054 paket itu masing-masing paket berisi 5 tabloid yang terbungkus dalam amplop coklat. Tiap amplo sudah tertera nama penerima yang sebagianbesar adalah pondok pesantren dan masjid di 16 kecamatan di Kabupaten Gresik.

Sejak kasus ini mencuat, Senin lalu, sudah ada 31 paket tabloid IB yang terlanjur terkirim. Masing-masing di Kecamatan Gresik Kota 7 paket, Kecamatan Kebomas 5 paket, Kecamatan Panceng 3 paket, dan di Kecamatan Balongpanggang 18 paket. 

Kepala Kantor Pos Gresik, Zainul Arifin saat dikonfirmasi tidak mnenampik pihaknya mendapat paketan berisi tabloid. Hanya saja dia tidak tahu siapa pengirimnya, karena hanya menerima order dari salah satu lembaga media asal Jakarta. 

"Kami tidak memiliki kewenangan untuk meneliti produk yang dikirim tersebut. Apakah tergolong paket yang terlarang atau tidak karena secara undang-undang paket tersebut berisi dokumen atau surat. Karena dikirim dalam kondisi tertutup amplop tentu kami tidak berani membuka dan langsung kami distribusikan ke alamat pengiriman yang dituju,” ujar Zainul.

Dikatakan, pihaknya menerima sekitar 1.054 paket berisi tabloid. Rata-rata setiap amplopnya berisi 5 hingga 10 tabloid. Dari jumlah itu, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 15 sampai 30 amplop. Sementara sisanya masih di tahan di kantor pos.

“Kami mendapatkan arahan dari kantor pusat untuk menahan paket. Sembari juga berkoordinasi dengan Polisi, Kejaksaan dan Bawaslu mengenai isi paket,” terangnya.

Zainul menuturkan, alamat yang tertera pada masing-masing amplop berbeda. Rata-rata ditujukan ke pondok pesantren dan masjid yang tersebar di Gresik. “Untuk paket yang sudah terkirim, kami tidak memiliki kewenangan untuk menariknya. Itu ranahnya aparat penegak hukum,” tandasnya. 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat dikonfirmasi mengaku tabloid IB yang tertahan di Kantor Pos Cabang Gresik merupakan kewenangan Bawaslu. Saat ditanya seputar langkah kepolisian apakah menyita atau mengamankan, Kapolres Gresik enggan menjawab. "Tanyakan saja ke Bawaslu," kata AKBP Wahyu S Bintoro kepada Radar Gresik di depan Mapolres Gresik, Kamis siang.

Sementara itu Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Gresik Syafiq Jamhari mengatakan, sesuai petunjuk Bawaslu RI, pihaknya tidak ditemukan konten kampanye di dalam tabloid tersebut. Dijelaskan, tabloid IB yang rencananya akan diedarkan di Gresik saat ini masih berada di kantor pos. “Tabloidnya masih ada di kantor pos. Tetapi tidak kami sita karena memang sesuai petunjuk Bawaslu RI, tidak ada pelanggaran kampanye di dalam konten beritanya,” ujarnya.

Terkait tidak diedarkannya tabloid IB, itu murni kebijakan dari kantor pos. Pihaknya tidak memberikan rekomendasi untuk melakukan hal tersebut. “Iya ditahan dulu di kantor pos. Tapi bukan kami yang minta kebijakan dari kantor pos sendiri,” ungkap dia. (fir/yud/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia