Senin, 14 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Sok-sokan Cari yang Matang, Giliran Kematangan Malah Ditinggalkan

01 Februari 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Mencari pasangan hidup memang urusan sreg-sregan. Mau cari yang muda  monggo. Kalau selera yang tua, ya silahkan. Asal bisa tanggung jawab dengan pilihannya. Jangan malah jadi plin-plan macam Donwori, 35, ini. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Awalnya, Donwori begitu percaya diri ketika awal-awal mempersunting Karin. Meski ditentang seluruh keluarga dan dilarang-larang sahabat, Donwori tetap ngeyel. Penyebabnya, yang ia nikahi bukan perempuan biasa. Melainkan janda berusia 44 tahun, beranak dua pula. 

Ia selalu sesumbar kepada semua orang. Mengatakan kalau cintanya kepada Karin, tulus. Memang perempuan matang seperti Karin lah yang lebih menggoda hatinya. Ketimbang perempuan muda yang masih labil. Tapi, agaknya, yang labil di sini adalah Donwori sendiri. Seakan lupa dengan kata-katanya dulu, ia memacari gadis SMA belakangan. 

Kisah tentang sikap plin-plan Donwori ini disampaikan langsung oleh korbannya, Karin, di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin (30/1). “Iya bener, seneng yang mateng. Tapi tibake ditinggal juga pas kematengen,” kata Karin yang menikahi Donwori saat usianya masih 35 tahun, dulu.

Dan kejamnya waktu telah mengubah kondisi fisik Karin. Sembilan tahun berlalu, tubuh sintal dan menggoda Karin, hilang. Menyusut, tinggal balung dan kulit saja. Apalagi setelah melahirkan anak ketiga, sudah kendo. Melebar ke mana-mana. Dugaan kuat Karin, hal inilah yang mengubah sikap Donwori kepadanya. Dari tatapan penuh cinta, berubah menjadi tatapan penuh nista. 

Dan kecurigaan itu pun terbukti. Ia mendapati bukti chattingan Donwori dengan gadis belia. Melihat DP-nya, pacar gelap Donwori ini seperti masih SMA. Ditunjukkan dari seragam yang dikenakan. Meski agaknya tak wajar disebut anak SMA biasa dengan tubuh seksi dan dandanan menor. Dalam pesan itu terdapat ajakan kencan lagi. Bahkan tak sungkan, Donwori juga meluncurkan kata-kata cinta dan menggoda dengan Sephianya ini. 

Namun tak seperti perempuan lain yang marah ketika diselingkuhi, Karin woles. Tidak ada drama membanting piring atau kabur dari rumah. Tak juga menangis meraung-raung sambil menyanyi ‘mana janji manismu, mencintaiku sampai mati,’ tidak. Ia kecewa, tapi juga maklum. Katanya memang begitulah laki-laki. Malah ia menyalahkan kondisi tubuhnya yang tak semenarik dulu. “Ya aku ikhlas kalau dia cari lagi. Tapi sebenarnya ya malu juga, kawin cerai, kawin cerai terus,” tukasnya. (is/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia