Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Resep Kuat Lembur Ini Malah Mengantar Adi ke Penjara

31 Januari 2019, 23: 29: 51 WIB | editor : Wijayanto

BANDEL: Tersangka Adi Warsono (kiri) dan barang bukti narkobanya.

BANDEL: Tersangka Adi Warsono (kiri) dan barang bukti narkobanya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Memiliki banyak utang, membuat Adi Warsono, 39, warga Jalan Asem Mulya Gang VIII,  atau di Jalan Dukuh Kupang Gang 32   Surabaya ini memiliki semangat untuk bekerja. Seolah,  kuli bangunan ini tak pernah absen, bahkan  lembur hingga tengah malam. Di balik fisikinya yang tak kenal lelah itu, ternyata ia  memiliki rahasia, yaitu rutin  mengisap sabu-sabu (SS) sebelum memulai aktifias lemburnya. Akibatnya, dia pun harus berurusan dengan polisi.

Resep rahasia Adi itu terbongkar setelah ia tertangkap polisi,  Senin (28/1) lalu. Dia ditangkap tidak jauh dari rumahnya usai membeli ss di kawasan Jalan Kupang Krajan, setelah ditarget operasi  karena seringnya yang bersangkutan  melakukan transaksi SS. 

"Kami sudah ikuti tersangka, saat ia melakukan transaksi dengan seorang pengedar di kawasan Kupang Krajan.  Sebelumnya, kami mendapatkan informasi jika tersangka sering bertransaksi di sana," ungkap Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, AKP Syafudin Jupri.

Meski demikian, proses penangkapan Adi tak mudah.Polisi sempat diajak bemain "kucing-kucingan" hingga membuat keringetan dan geregetan. Sebab Adi sempat lolos dan bersembunyi di gang-gang dekat rumahnya. Meski demikian, berkat bantuan warga sekitar, dia akhirnya berhasil diamankan. "Tersangka bersembunyi di salah satu kamar mandi rumah warga," lanjut Syaifudin. 

Dari penangkapan Adi, polisi mengamankan  barang bukti berupa satu poket ss dengan berat 0,78 gram. Ss tersebut digenggam di tangan kirinya. Kemudian Adi dikeler ke rumahnya dan dilakukan penggeledahan. Tak ada ss lain yang ditemukan, melainkan hanya sebuah alat isap ss saja. 

Berdasarkan pengakuan Adi, ia sudah lebih dari tiga kali mengkonsumsi ss. Biasanya ia membeli ss tersebut dari seorang pengedar di kawasan Jalan Kupang Krajan dengan harga Rp 150 ribu per poketnya. Dia biasa memesan ss itu dari seorang yang bernama Abdul Badik. Sedangkan proses transaksi dilakukan secara ranjau. "Saat ini kami masih melakukan upaya penyelidikan untuk menangkap pengedar tersebut," imbuhnya. 

Sementara itu, kepada polisi Adi mengaku resep penghilang capek dengan mengkonsumsi ss tersebut ia peroleh dari seorang teman sesama kuli. Berawal dari rasa penasarannya terhadap ketahanan fisik temannya, iapun mulai mencoba hingga membuatnya kecanduan. "Setelah itu, saya membeli ss itu sendiri. Biasanya saya isap sebelum lembur," terangnya. (yua/nug)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia