alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Sambut Revolusi Industri 4.0, Gubernur Dorong Pendidikan Vokasi

30 Januari 2019, 17: 51: 00 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Jatim Soekarwo

Gubernur Jatim Soekarwo (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, ada sejumlah tantangan yang dihadapi Bangsa Indonesia. Salah satunya adalah masalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Di era tersebut, industri tidak hanya membutuhkan SDM yang unggul dan handal, tapi juga memiliki skill atau keahlian sesuai kebutuhan dunia industri. Untuk itu, pendidikan vokasi menjadi solusi dalam mengatasi hal tersebut.

Gubenur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menjelaskan dalam Seminar Nasional Kompentensi SDM di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Grahadi Surabaya. Selain vokasi dan morotarium SMK di Jatim, dirinya juga mendorong lulusan menjadi SDM yang siap kerja sesuai kebutuhan industri.

Menurutnya, link and match ini dilakukan dengan menyelaraskan kurikulum, pembentukan komite perdagangan, uji kompetensi bersama, pelatihan guru produktif serta tenaga ahli yang diperbantukan di SMK. Melalui langkah konkret ini, diharapkan para lulusan SMK memiliki wawasan dan sikap kompetitif seperti etika kerja, motivasi capaian dan penguasaan materi.

“Ini sudah kami lakukan salah satunya adanya perjanjian kerjasama antara Hotel Bumi Surabaya dengan SMKN 1 Buduran Sidoarjo, serta ada pelatihan bagi guru SMK kelistrikan dengan PT. Pembangkitan Jawa-Bali (PJB),” kata gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini, Selasa (29/1).

Selain melakukan link and match, Pemprov Jatim juga melakukan program filial antara pendidikan SMK dengan perguruan tinggi, seperti bidang teknologi dan rekayasa yang bekerjasama dengan ITS Surabaya. Kemudian, program partnership SMK dengan luar negeri seperti  pelatihan tenaga pendidik dan siswa SMK di bidang teknologi dan rekayasa dengan Jepang dan China.

Program kerjasama ini termasuk sinkronisasi kurikulum pendidikan SMK dan sertifikasi internasional dan Training of Trainers (TOT) pemagangan industri. “Kami juga membuat program pengampu SMK swasta, jadi satu SMA negeri rujukan mengampu empat SMK swasta. Dimana di Jatim SMK pengampu ini terdiri dari 296 SMK negeri dan 128 SMK swasta,” tambahnya.

Untuk meningkatkan standardisasi lulusan SMK di Jatim, lanjutnya, Pemprov jatim juga membentuk 320 SMK Lembaga Sertifikasi Profesi-1 (LSP-1), melakukan sertifikasi kompetensi bagi 80 ribu siswa SMK, assessor LSP-1 bagi 1.500 guru produktif SMK dan melakukan uji kompetensi terhadap 1.600 guru produktif SMK.

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga melakukan kemandirian dalam pengelolaan keuangan SMK dengan membentuk SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menurutnya, saat ini di Jatim ada 20 SMK mandiri dan berdaya saing. Dengan sistem ini, maka pendapatan SMK tersebut dapat menjadi remunerasi bagi guru-gurunya. (gin)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP