Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Penyelidikan Kasus Limbah di Driyorejo Tunggu Hasil Lab

29 Januari 2019, 17: 35: 54 WIB | editor : Wijayanto

MENUNGGU: Polisi dan DLH hingga kini masih menunggu hasil laboratorium sebelum memutuskan.

MENUNGGU: Polisi dan DLH hingga kini masih menunggu hasil laboratorium sebelum memutuskan. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Kasus pembungan limbah dari bahan berbahaya dan beracun (B3) di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo masih berlanjut. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur masih melakukan uji lab setelah beberapa hari kemarin mengambil sampling limbah di lokasi pembungan.  

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Kabupaten Gresik Bakhtiar Gunawan membenarkanhal tersebut. Pihaknya juga tengah menunggu hasil uji lab dari Provinsi. "Belum ada hasilnya, mungkin masih dalam proses pengkajian," ujarnya, kemarin.

Menurut Bakhtiar, jika hasil lab menujukkan itu limbah berbahaya, pihaknya tidak akan segan merekomendasikan sanksi terhadap perusahaan pembuang limbah. Nanti yang akan memberikan sanksi adalah DLH Provinsi Jawa Timur.

“Sebab, dugaan awal pembuang limbah adalah perusahaa yang berada di Sidoarjo. Nah, yang bisa menghukum adalah DLH Provinsi, sesuai kapasitasnya,” ungkap dia. 

Dikatakan, selain sanksi yang memberatkan pihaknya juga meminta agar lokasi dibersihkan. Mengingat wilayah tersebut merupakan daerah dengan padat penduduk. "Iya harus dibersihkan, itu bahaya sekali kalau itu terbukti ada campurannya B3," terangnya. 

Sebagai catatan, pembuangan limbah di lahan kosong Desa Karangandong sempat menghebohkan masyarakat. Sebab, awalnya warga mengira yang dibuang di lokasi adalah tumpukan pasir. Namun ternyata adalah limbah B3.

Warga kemudian melaporkan hal tersebut kepada DLH Kabupaten Gresik. Setelah dilakukan kroscek lapangan limbah tersebut berasal dari perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. DLH Gresik melaporkan hal ini kepada DLH Provinsi Jatim.

Selang beberapa waktu, DLH Jatim akhirnya mendatangi PT Ispat Indo di Kabupaten Sidoarjo untuk mengambil sampel. Selain itu mereka juga mengambil sampel di lokasi pembuangan yang ada di Desa Karangandong, Driyorejo. (rof/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia