Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Dampak Cuaca Buruk di Perairan Gresik

Kapal Tertunda, Kiriman Logistik pun Terhambat

29 Januari 2019, 17: 33: 55 WIB | editor : Wijayanto

TAK BERLAYAR: Kapal pengirim barang dan sembako tak bisa belayar  hanya bisa bersandar di pelabuhan Gresikdikarenakan cuaca buruk.

TAK BERLAYAR: Kapal pengirim barang dan sembako tak bisa belayar hanya bisa bersandar di pelabuhan Gresikdikarenakan cuaca buruk. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Penundaan pelayaran kapal akibat cuaca buruk berdampak pada penumpukan barang logistik di Pelabuhan Gresik. Sejumlah kapal barang belum bisa mengirimkan logistik karena menunggu izin berlayar dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik.

KEBIJAKAN penundaan pelayaran kapal tidak hanya berlaku untuk kepala barang saja, namun juga kapal penumpang. KSOP menilai cuaca di Laut Jawa selama sepekan terakhir memburuh. Tinggi gelombang rata-rata di atas 2,5 meter dengan kecepatan angin diatas 12 knot.

Karena penundaan itu, dermaga Pelayaran Rakyat (Pelra) di Pelabuhan Gresik dipadati oleh kapal barang. Tiap hari mereka sibuk menata barang dan melakukan pengangkutan muatan. Namun untuk pelayaran belum bisa dilakukan karena menunggu izin dari KSOP.

"Sejak Selasa pekan lalu, kami belum bergerak dari Pelabuhan Gresik. Meski muatan kapal sudah penuh, namun kami tetap menunggu izin dari KSOP untuk berlayar ke Kalimantan," kata Imran Sofyan, salahsatu ABK kapal di Pelabuhan Gresik.

Dikatakan, penundaan pelayaran memang berakibat menumpuknya kapal. Belum ada kepastian kapan proses pelayaran diperbolehkan. Apalagi KSOP Gresik memperpanjang larangan berlayar hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Sebab, mereka juga masih menunggu informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," imbuh Sofyan.

Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Gresik Kusnadi mengatakan, tidak semua kapal yang dilarang berlayar. Ada sebagian yang diperbolehkan. Kapal yang diperbolahkan melayar memiliki tinase minimal 1.000 dead weight tonage (DWT). Meski demikian, pihaknya meminta tetap meningakatkan kewaspadaan.

"Kapal penumpang masih dilarang berlayar. Begitu juga dengan kapal barang dibawah 1000 tonase," ujar Kusnadi.

Dikatakan, pihaknya belum bisa memastikan semua kapal diperbolehkan berlayar. Sebab, sampai saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG. Untuk mengetahui kondisi cuaca di Laut Jawa. "Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Mengupdate terus kondisi cuaca," pungkas Kusnadi.(yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia