Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jelang Imlek, Impor Buah-Buahan Meningkat

28 Januari 2019, 23: 42: 49 WIB | editor : Wijayanto

MENINGKAT: Pengunjung mengamati buah di salah satu gerai ritel di Surabaya. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek penjualan buah mengalami peningkatan.

MENINGKAT: Pengunjung mengamati buah di salah satu gerai ritel di Surabaya. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek penjualan buah mengalami peningkatan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jelang perayaan Imlek, biasanya banyak barang atau sajian yang perlu dibeli masyarakat Tionghoa di Indonesia. Salah satunya adalah buah-buahan. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong permintaan buah-buahan meningkat sejak beberapa bulan lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) Teguh Pramono menyebut, impor buah-buahan meningkat pada Desember 2018. BPS Jatim mencatatkan peningkatan 60,5 persen dibanding bulan sebelumnya. "Kalau kami boleh sebutkan ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan persentasenya. Yakni sayuran, pupuk dan buah-buahan," ujar Teguh di Surabaya.

Teguh menjelaskan, pada Desember 2018, impor buah-buahan mencapai USD 110,02 ribu. Angka tersebut meningkat tajam dibanding sebulan sebelumnya, yakni USD 68,5 ribu. Buah-buahan jenis apel, anggur dan jeruk menjadi komoditas paling banyak diimpor. "Untuk Apel, rincian BPS Jatim mencapai USD 55,995 ribu, meningkat dari sebelumnya USD 35,6 ribu. Sedangkan anggur USD 36,7 ribu, lebih besar dibanding November yang hanya USD 14,75 ribu," tuturnya.

Teguh mengakui, kenaikan impor buah-buahan ini cukup signifikan baik absolutnya maupun persentasenya. "Kenaikan buah dalam perhitungan saya adalah antisipasi para pengusaha untuk perayaan Imlek yang jatuh di Februari biasanya," ungkap Teguh.

Sementara, sesuai negara menurut asal barang, dia menyebutkan, Tiongkok masih yang tertinggi selama Desember 2018. Dengan persentase 33,29 persen. Diikuti Amerika Serikat 6,88 persen dan Thailand 5,69 persen.

Sebenarnya selain buah-buahan, ada komoditi impor lainnya yang meningkat, yakni sayuran dan pupuk. Teguh mengungkapkan, impor sayuran naik 63 persen dari November 2018. Kemudian pupuk pada Desember tahun lalu naik 61,43 persen dibanding sebulan sebelumnya. Tiga komoditi itu disebutkan Teguh yang mengalami kenaikan dari yang lain. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia