Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pekan ini Revitalisasi Kembang Jepun Dimulai

28 Januari 2019, 21: 07: 22 WIB | editor : Wijayanto

RUNDING BERSAMA: Kepala Disbudpar Surabaya Antiek Sugiharti (dua dari kiri) saat memberikan sosalisasi tentang rencana revitalisasi kawasan kota lama

RUNDING BERSAMA: Kepala Disbudpar Surabaya Antiek Sugiharti (dua dari kiri) saat memberikan sosalisasi tentang rencana revitalisasi kawasan kota lama Jalan Karet dan Jalan Kembang Jepun kepada warga di kantor Radar Surabaya, Jalan Kembang Jepun, Surabaya, (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Program revitalisasi kota lama yang ditandai dengan pengecatan tampak depan bangunan (fasade) di sepanjang Jalan Kembang Jepun akan segera dilakukan pekan ini. Total sebanyak 140 bangunan dan empat bangunan cagar budaya yang akan direvitalisasi. Rencana tersebut disampaikan dalam sosialisasi Pembenahan Kawasan Kota Lama yang digelar di Art Gallery Radar Surabaya, Senin (28/1). Selain pemilik atau pengelola bangunan, turut pula hadir perwakilan komunitas pecinta cagar budaya dan perfilman.

Tidak tanggung-tanggung, revitalisasi ini merupakan kerja gabungan dari tiga dinas sekaligus, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR). Program ini juga menggandeng pihak swasta sebagai penyedia cat tembok.

Kepala Disbudpar Surabaya Antiek Sugiharti menuturkan, dalam kegiatan ini dilakukan pengenalan contoh mockup (visualisasi) warna cat bangunan yang diajukan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Setiap bangunan mendapat jatah tiga model mockup. Disepakati bahwa paling lambat Rabu (30/1), pemilik bangunan sudah menentukan mockup agar pengecatan bisa segera terealisasi pekan ini. “Kalau sudah siap, minggu ini langsung kita cat,” tuturnya.

Selain menyediakan cat, pemkot juga menyediakan tukang cat jika pemilik bangunan meminta. Formulir keputusan pemilihan mockup bisa disetorkan langsung ke kantor Disbudpar di Gedung Siola atau jika ingin mendiskusikan lebih lanjut perihal renovasi bangunan, mereka bisa ke kantor Bappeko.

Kepala Bappeko Eri Cahyadi menjelaskan, kegiatan ini sebagai perhatian pemkot untuk menghidupkan dan meramaikan kembali wisata kota tua. “Pemkot ingin menghidupkan kembali yang sudah hidup, artinya bisa ramai. Ini bukan hanya pengecatan. Jadi kalau orang mau ke Surabaya, nang ndi rek, nang Pecinan, nang Ampel,” tuturnya.

Setelah pengecatan ini, Eri berharap agar tidak indah bangunannya saja, tapi sebisa mungkin warga membuat kegiatan yang sekiranya menarik wisatawan untuk datang ke kota tua. Pemerintah akan mendukung.

Untuk mendorong kunjungan wisatawan ke kota tua, maka pemkot menargetkan sebelum bulan Mei, pengecatan fasade, dan pembangunan trotoar sebagai akses bagi pedestrian dan shuttle bus bisa rampung. (rpp/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia