Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tahun Politik, Kinerja Pusat Perbelanjaan Diprediksi Tumbuh Positif

28 Januari 2019, 18: 05: 23 WIB | editor : Wijayanto

BERTUMBUH: Pengunjung memadati pusat perbelanjaan di pusat kota Surabaya.

BERTUMBUH: Pengunjung memadati pusat perbelanjaan di pusat kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur memprediksi kinerja mall atau pusat perbelanjaan di Jawa Timur akan tumbuh positif tahun ini. Meskipun bertepatan dengan adanya momen pemilu mulai pileg dan pilpres.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengatakan, dengan adanya pesta demokrasi justru akan membawa berkah tersendiri bagi kinerja retailer. Menurutnya, hal ini dikarenakan perputaran uang yang semakin banyak sehingga daya beli masyarakat semakin tinggi.

"Selama stabilitas keamanan dapat dipertahankan, kami optimis retail akan tetap tumbuh," terangnya di Surabaya.

Secara keseluruhan, Sutandi menyebutkan sepanjang 2018, retailer-retailer membukukan pertumbuhan yang positif. Meskipun hanya 1 digit, yakni di angka 8-9 persen. Hanya beberapa tenant retail yang mampu tumbuh di atas 10-15 persen. "Oleh karena itu, tahun ini kami optimis akan tumbuh lebih baik lagi," ujarnya.

Di sisi lain, pertumbuhan retail tersebut juga akan didorong dengan adanya pertumbuhan mall sepanjang 2019 ini. Namun demikian, pertumbuhan pusat perbelanjaan tersebut masih akan didominasi oleh proyek extention dari mall-mall yang sudah ada sebelumnya.

Seperti perluasan East Coast Center (ECC) 2 yang rencananya akan mulai beroperasi pada akhir 2019. Perluasan Pakuwon Mall 3 yang rencananya akan mulai beroperasi pada September 2019 dan perluasan Galaxy Mall 3 yang rencananya akan mulai beroperasi pada Februari 2019.

"Di luar proyek-proyek tersebut masih ada perluasan Ciputra World 2. Namun masih akan beroperasi pada 2020 mendatang," jelasnya.

Pertumbuhan pusat perbelanjaan ini didorong dengan adanya perubahan tren konsep mall saat ini yang merupakan akibat adanya perubahan lifestyle masyarakat. "Serta adanya ekspansi dari retailer untuk membuka cabang baru, utamanya di bidang Food and Beverage (F&B) dan Beauty. Selain itu, tentu adanya daya beli masyarakat yang cukup baik," lanjutnya.

Sutandi menyebut, saat ini mall cenderung menjadi Lifestyle Center, yang berarti bukan sekedar menjadi tempat belanja. Namun mengakomodir semua gaya hidup dan keperluan hidup manusia modern.

"Kecenderungan masyarakat untuk makan di luar rumah bersama keluarga maupun meeting di luar kantor bersama klien dan tamu-tamu. Hal tersebut dinilai turut menyuburkan pertumbuhan bisnis Food and Beverage (F&B) di Surabaya," tuturnya.

Sutandi menambahkan, selain sektor F&B, sektor fashion seperti busana muslim dinilai mempunyai market tersendiri yang cukup luas. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia