Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

DPRD Gresik Soroti Rencana UASNBK MI

28 Januari 2019, 17: 20: 09 WIB | editor : Wijayanto

BELUM SIAP: Pelaksanaan UASNBK di tingkat MI dinilai Komisi IV belum siap karena persoalan sarana yang minim.

BELUM SIAP: Pelaksanaan UASNBK di tingkat MI dinilai Komisi IV belum siap karena persoalan sarana yang minim. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Rencana Ujian Akhir Sekolah Nasional Berbasis Komputer (UASNBK) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjadi sorotan kalangan dewan. Pasalnya, masih banyak sekolah yang sarana dan prasarananya belum siap. Komisi IV rencananya bakal memanggil Kementerian Agama (Kemenag) untuk meminta klarifikasi.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda mengatakan dari hasil evaluasi yang telah dilakukan pada tahun 2018 lalu sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag masih belum siap. “UNBK (ujian nasional berbasis komputer) untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) saja, banyak sekolah kesulitan memenuhi sarananya. Seperti komputer dan laptop,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya khawatir jika hal ini dipaksakan hasilnya malah amburadul. Sehingga, lebih baik Kemenag bersikap realistis saja. “Kalau memang belum siap jangan dipaksakan. Harus realistis saja. Nanti secara bertahap bisa dipersiapkan fasilitasnya terlebih dahulu,” terang dia.

Dalam waktu dekat, pihaknya bakal memanggil pihak Kemenang maupun Dinas Pendidikan (Dispendik). Tujuannya untuk mensingkronkan pelaksanaan ujian berbasis komputer untuk SD sederajat. "Bakal kami panggil supaya semua sekolah sepadan, kita cari solusi bersama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Mahin mengatakan sejak awal pihaknya tidak akan memaksa sekolah dinaungan pemerintah itu untuk melaksanakan UASNBK. Sebab ujian berbasis komputer itu diperlukan kesiapan yang matang. “Tidak boleh sembarangan, agar hasilnya maksimal,” ujarnya kepada wartawan.

Ditambahkan, pihaknya tetap mempersilahkan lembaga SD Negeri yang sudah siap melakukan UASNBK. Totalnya ada 20 SDN yang siap melakukan UASNBK di lembaganya. "Kami tetap mendukung yang sudah siap, yang tidak siap tidak akan dipaksa," pungkasnya. (rof/ris)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia