Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Banjir Tahunan di Gresik Selatan, DPU Hanya Bangun Pintu Air

28 Januari 2019, 17: 05: 32 WIB | editor : Wijayanto

BANJIR : Sejumlah wilayah di Gresik selatan terus tergenang air setiap kali diguyur hujan.

BANJIR : Sejumlah wilayah di Gresik selatan terus tergenang air setiap kali diguyur hujan. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Kalangan dewan kembali menyoroti  upaya pemerintah untuk menangani persoalan banjir tahunan di wilayah Gresik selatan. Pasalnya, masukkan dewan agar pemerintah melakukan normalisasi induk sungai batal dilaksanakan. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) hanya melakukan pembangunan pintu air anak sungai Kali Lamong.

Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana mengaku pesimis dengan penanganan banjir Kali Lamong. Sebab, upayanya untuk mendapatkan izin normalisasi dari pemerintah pusat ternyata tidak ditindaklanjuti pemerintah kabupaten.

“Kami sudah berkali-kali meminta agar pemerintah menidaklanjuti konsultasi yang telah kami lakukan ternyata hingga APBD 2019 digedok tidak ada kelanjutannya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Moh Syafi’ AM. Menurut dia, sebenarnya pada tahun 2019 pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk penanganan Kali Lamong. “Namun, kami terus memaksa hingga akhirnya dimasukkan anggaran sebesar Rp 8 miliar,” ujarnya.

Anggaran tersebut hanya untuk pembangunan pintu air dan normalisasi anak sungai Kali Lamong. Sama sekali tidak menyentuh induk Sungai Kali Lamong. “Hanya anak sungai yang kembali diberi anggaran,” terangnya.

Menurut dia, anggaran ini jelas tidak akan bisa mengurangi banjir Kali Lamong. Apalagi menghilangkan. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah telah menggelontorkan anggaran hingga Rp 40 miliar tetapi juga tidak ada efek yang berarti,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Gresik Gunawan Setiaji mengatakan untuk tahun 2019 memang DPU hanya menganggarkan Rp 4 miliar untuk pembangunan 8 pintu air. Serta Rp 4 miliar untuk operasional pengairan untuk melakukan normalisasi anak sungai Kali Lamong. “Iya memang hanya pintu air,” ujarnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia