Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Aldo Mukti Wibowo, Dalang Cilik SMK YPM 7 Tarik

Malam Mendalang Hingga Suntuk, Pagi Tetap Masuk Sekolah

28 Januari 2019, 16: 49: 36 WIB | editor : Wijayanto

BERBAKAT: Dalang ABG Aldo Mukti Wibowo tampil dalam pergelaran wayang kulit.

BERBAKAT: Dalang ABG Aldo Mukti Wibowo tampil dalam pergelaran wayang kulit. (SANUSI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Siapa sangka kalau di lingkungan SMK Yayasan Pendidikan Ma’arif (YPM) 7 Tarik punya peserta didik berbakat. Dialah Aldo Melodiya, dalang wayang kulit cilik. Dalang ABG Aldo Mukti Wibowo saat ini duduk di bangku kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

SANUSI HASAN-Radar Sidoarjo

SEJAK berumur satu tahun, Aldo Mukti Wibowo sudah terbiasa melihat pergelaran wayang kulit bersama kedua orang tuanya di Pendopo Agung yang dibawakan Ki Dalang Surono dari Surabaya. Dari situlah muncul keinginan untuk mempelajari ilmu mendalang. Pada 2010, bertempat di Dusun Damarsi, Desa kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto, Aldo akhirnya tampil perdana sebagai dalang.

Kemudian, 2015, Aldo diminta tampil di Pendapa Kabupaten Sidoarjo, berkolaborasi dengan dalang kondang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji Pamungkas. Betapa takjubnya Dalang ABG Aldo Mukti Wibowo saat itu. Tak menyangka bisa berkolaborasi dengan Ki Anom Suroto dan putranya, Ki Bayu Aji Pamungkas.

Saat itu Ki Anom Suroto berpesan agar Aldo berlatih terus-menerus, agar kelak bisa menjadi seorang dalang profesional. Di sekitar tempat tinggalnya, Aldo juga sering tampil mendalang, seperti acara tingkepan (mitoni) dengan membawakan lakon Wahyu Cakraningrat, cerita lahirnya Abimanyu.

Aldo juga pernah mengikuti Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional di Museum Seni Rupa Jakarta Barat dengan membawakan lakon cerita Anoman Duta. Pada 2016, Aldo mendapat musibah. Ayah Aldo meninggal dunia, dan disusul ibundanya. Sang dalang cilik menjadi yatim piatu di usia yang sangat belia.

Meski begitu, Aldo tetap tegar dan tawakal Dibantu oleh pamannya, Aldo bertekad untuk terus belajar menjadi dalang. Terbukti berkat penampilannya yang membuat penonton ketagihan, Aldo pun sering ditawari untuk tampil. Pernah juga diwawancarai oleh televisi nasional, radio, dan surat kabar.

Kepala SMK YPM 7 Tarik Drs. Sukendro Syahlil, MM mengaku sangat bangga mempunyai siswa yang memiliki bakat spesial dan luar biasa, seperti  Aldo Mukti Wibowo ini. Maka, Aldo layak mendapat bimbingan, pendampingan, dan bantuan dari sekolah agar mampu mengembangkan potensi serta bakatnya secara maksimal.

Berhubung Aldo merupakan yatim piatu, maka Kepala SMK YPM 7 Tarik turut berkenan menjadi orang tua angkat. Sukendro bersedia membantu demi suksesnya Aldo Mukti Wibowo meraih cita-cita sebagai seorang dalang profesional.

Selain siswa yang jago mendalang, Pak Kendro, sapaan Kepala SMK YPM 7 Tarik, juga mengangkat anak asuh Puji Agung, seorang pemain bola voli muda asal dari Bojonegoro, yang juga siswa SMK YPM 7 Tarik.

Harapannya, semoga seluruh siswa-siswi SMK YPM 7 Tarik kelak bisa menjadi orang sukses yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. “Khususnya Ananda Aldo Mukti Wibowo dan Ananda Puji Agung, teruslah belajar, raihlah bakatmu, masa depan cerah menantimu,” kata Pak Kendro.

Waka Kesiswaan SMK YPM 7 Tarik Dra. Kety Kafsah menambahkan, di lingkungan sekolah, Aldo tergolong anak pendiam dan rajin belajar. “Biarpun malamnya mendalang, paginya dia tetap masuk sekolah seperti biasa,” kata Kety Kafsah. (san/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia