Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Seriing Diejek 'Tua', Balas Curi 2 Hape Teman

28 Januari 2019, 05: 49: 42 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Rahmat Hidayat

TERSANGKA: Rahmat Hidayat (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rahmat Hidayat merasa sakit hati lantaran sering diejek sudah tua. Padahal, umurnya baru 25 tahun. Pemuda warga Jalan Kaliasin VI ini melampiaskan sakit hatinya dengan cara mencuri dua unit handphone (HP) milik si “pengejek”. Dia adalah Hanif, warga Jalan Kampung Malang Wetan I yang tak lain adalah tetangga tersangka. 

Kasus pencurian yang dilakukan Rahmat itu terjadi pada Kamis (24/1). Pelaku mencuri Hp korban dengan cara membobol pintu belakang rumah korban. Kebetulan, saat itu rumah korban dalam kondisi sepi lantaran ditinggal pergi ke warung. Setelah masuk, tersangka mengambil dua unit Hp milik korban. “Saat itu Hp dicas dan diletakkan di atas meja ruang tamu,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin, Minggu (28/1). 

Setelah mengambil dua unit Hp itu, tersangka kemudian keluar dari pintu belakang. Namun saat itu ada dua orang saksi yakni tetangga korban yang melihatnya. Hanya saja mereka tak menaruh curiga lantaran mereka mengira jika tersangka sedang bermain di rumah korban. 

“Keterangan saksi itu kami peroleh setelah kami mendapatkan laporan dari korban dan melakukan olah TKP,” terangnya. 

Mendapati adanya petunjuk tersebut, polisi lantas mengawasi gerak-gerik Rahmat. Kemudian polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka sehari setelah ia melakukan pencurian. Dari hasil penggeledaha itu, didapati dua Hp milik korban. “Tersangka pun akhirnya  mengakui perbuatannya,” tandas Abidin. 

Kepada polisi, awalnya Rahmat mengaku jika ia nekat mencuri Hp korban lantaran sakit hati. Sebab dia selalu diejek korban dengan kata “tuek” (tua). Namun, belakangan diketahui jika tersangka mencuri lantaran butuh uang untuk membayar utang dan membeli sabu-sabu (SS). “Saya sudah dua minggu terakhir mengisap SS. Rencananya Hp itu saya jual dan uangnya untuk beli SS,” ungkap penjaga warkop itu. (yua)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia