Rabu, 24 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

CD Selalu Hilang, Ternyata Dicuri Suami gara-gara Tak Diberi Jatah

28 Januari 2019, 04: 50: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin, 32, sempat heran ke mana larinya semua celana dalam (CD)-nya. Gak yang baru, gak yang lama, selalu raib satu per satu. Awalnya, ia mengira ada oknum yang sengaja mencuri untuk pesugihan. Tapi benarkah begitu?

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Ternyata dalang dibalik menghilangnya semua CD Karin tak lain adalah Donwori, 36, suaminya sendiri. Lho, kok bisa?  Ceritanya rumit. Dipicu oleh defisit anggaran rumah tangga yang sudah terjadi tahunan. Praktisnya, ekonomi keluarga Karin dan Donwori seret. Hal ini karena Donwori orangnya pelit mengeluarkan uang. Bahkan, untuk keperluan dapur sendiri.

Padahal, sebenarnya Donwori ini mampu. Wong kerjaannya jadi kameramen. Yang (mungkin) pendapatannya, cukup untuk menghidupi anak istri. Namun, besaran gaji memang tak berbanding lurus dengan loman atau pelitnya seseorang kan ya? 

Ya untungnya, Karin mandiri dan bekerja. Sehingga tak perlu pusing memutar otak untuk ngepasne belanjaan. Bahkan, boleh dibilang, setengah lebih kebutuhan rumah tangga keluarga ini, ditopang dari gaji Karin. "Ya coba aku gak kerja, Mbak, bisa pusing nyukup-nyukupne," curhatnya di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal minggu lalu. 

Meski atas inisiatifnya sendiri, kemauan untuk menopang kebutuhan keluarga ini dibumbui dengan ketidakikhlasan. Hingga dampaknya merembet pada urusan ranjang. Karin mengaku, saking sebalnya dengan Donwori, ia kerap menolak ketika diajak berhubungan badan. Kalau dikira-kira, mungkin sudah tiga bulanan hal itu berlangsung. Setiap Donwori membujuk, Karin pasti marah-marah.

Namun, diperlakukan seperti itu, Donwori tetap tak peka. Ia malah melakukan tindakan aneh, cenderung mengerikan. Lama tak dituruti itu,  Donwori punya hobi baru, yakni mencuri CD bekas pakai Karin. Buat apa? Sebagai pengganti fisik Karin, katanya. Tak dapat orangnya, tak masalah dapat barangnya. 

Karin sendiri awalnya tidak sadar. Namun seiring waktu, jumlah CD-nya berkurang. Ia yang curiga jangan-jangan dicuri orang untuk pesugihan pun curhat kepada Donwori. Namun, jawaban Donwori so selow. Ia meminta Karin agar tidak curigaan. "Lha gimana gak curiga ya. Setiap mau tak cuci, hilang. Lama-lama habis kan," ujarnya kemudian. 

Hingga beberapa hari kemudian kecurigaannya terjawab. Saat itu Karin sedang beres-beres rumah. Dan ia pun terkejut mendapati tumpukan CD-nya ada di dalam tas gitar. Yang tentu saja mengerucutkan bukti bahwa pelaku di balik misteri hilangnya CD Karin adalah Donwori sendiri. 

Dan, apa yang terjadi kemudian? Mendapati bukti-bukti itu tentu saja Karin marah. Ia pun menginterogasi suaminya. Bagaimana Donwori bisa melakukan hal gila unfaedah itu. Dan rupanya, jawaban Donwori makin mencengangkan. "Katanya kalau lagi pengen, dia ciumi celana dalam bekas tak pakai. Biar hasrate tersalurkan. Duh nggilani pokoke," ujarnya. 

Yang lebih menjengkelkan, sudah ketahuan, Donwori masih membela diri dengan pengakuan yang meyakinkan bahwa ia benar-benar pelit. "Awalnya gak mau disalahkan. Habisnya aku gak nuruti, sedangkan dia masih pengenan. Tapi kalau ‘beli’, eman duitnya," cerita Karin sambil menahan rasa herannya. 

Dan begitulah akhirnya.  Sejak insiden CD itu, berakhir pulalah hubungan Karin dengan Donwori. Akhir yang cukup aneh dan memalukan.  Mosok cerai goro-goro CD? Enggak banget kan? (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia