Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tiga Minggu Ringkus 53 Tersangka dan BB Sabu 30,26 Gram

25 Januari 2019, 17: 06: 28 WIB | editor : Wijayanto

BANYAK TANGKAPAN: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agung Rahmanto menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran dan penyalahgun

BANYAK TANGKAPAN: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agung Rahmanto menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang berhasil diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tiga minggu menggelar operasi pemberantasan narkoba, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengungkap sebanyak 36 kasus dengan 53 tersangka dan menyita sabu-sabu  30,26 gram dan pil LL 677 butir. Dari  53 tersangka,  40 orang diantaranya merupakan pengedar ataupun kurir narkoba sedangkan sisanya  adalah pengguna.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap  Hn, 36, warga Jalan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar. “Tersangka sempat kabur dari penggertebekan pada bulan. Iniberhasil diringkus anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Hn merupakan bandar gede (bede),” tutur Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, kemarin (24/1).

Hn berhasil ditangkap setelah polisi menangkap ZA, 24, warga jalan Nginden Permata, Semolowaru  yang merupakan pengedar sabu. ZA ditangkap  di rumah kosnya Jalan Pandugo dan saat digeledah ditemukan satu poket sabu  0,45 gram di dalam bungkus rokok bekas, serta 15 poket sabu seberat 4,43 gram di kamar kosnya. “Kami interogasi dan diketahui ia sudah enam bulan ini mengedarkan sabu. Ia membeli dari tersangka He,” jelasnya.

 ZA rupanya sering bertransaksi di rumah Hn, dua gram seharga Rp 2,2 juta. Selanjutnya dibagi menjadi poket kecil dan diedarkan. "Tersangka Hn pun kami tangkap di rumah kosnya," kata AKBP Antonius Agus.

Dalam penggeledah ditemukan  sabu sebanyak 10 poket dengan berat total bruto mencapai 16,65 gram. Ada pula  satu pipet kaca dengan sisa sabu di dalamnya serta seperangkat alat hisapnya. “Tersangka ini terkenal licin dan sudah lama kami incar,” tegasnya.

Pengakuan Hn pada polisi, ia mendapat sabu dari seseorang berinisial KLS. Ia membelinya di sekitar wlayah Jalan Tambak Wedi, Kenjeran. Sekali bertransaksi,  Rp 20 juta dengan sabu  sebanyak 20 gram. Ini sudah dilakukannya sejak setahun yang lalu. “Kemungkinan sabu yang dibeli tersangka lebih dari 20 gram karena tersangka cepat melakukan penjualan,” tuturnya.

Hn mengaku, sebanyak 20 gram sabu tersebut dibagi menjadi kemasan poket. Kemudian ia menjualnya sesuai dengan uang yang diberi oleh pelanggannya. “Untuk keuntungan yang saya dapat sekitar Rp 5 juta setiap 20 gramnya,” ujarnya.(gun/nug)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia