Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Tren Perkembangan Aliran Tato

Ikuti Zaman, Gambar Potret Wajah Lebih Diminati Remaja

25 Januari 2019, 16: 43: 38 WIB | editor : Wijayanto

TELATEN: Seniman tato, Ainul Yahya sedang membuat gambar tato kepada salah satu remaja.

TELATEN: Seniman tato, Ainul Yahya sedang membuat gambar tato kepada salah satu remaja. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

Share this      

Pecinta seni tato di berkembang begitu cepat. Tidak hanya deawasa, penggemarnya juga remaja. Meski seni bertato sudah ada ratusan tahun, namun tren atau aliran tato di Gresik terus berkembang. 

Fajar Yuliyanto-Wartawan Radar Gresik

Perkembangan gambar tato di Indonesia tidak terlepas dari seni yang ada. Jika tren yang lagi berkembang naturalis yakni gambar gambar yang menciptakan kondisi sebenarnya, maka tren gambar tato juga demikian.

Seniman tato Ainul Yahya mengatakan aliran tato di Gresik tak jauh berbeda dengan kota besar maupun luar negeri. “Ada aliran tato yang masih berkembang yakni realis, surealis, naturalis, oriental dan black work,” jelas pria yang disapa Jenny tersebut.

Dijelaskannya, tren perkembangan tato itu sesuai dengan kehidupan masyarakat sekarang. Misalnya, tren realis lebih condong ke portret kehidupan yang nyata.  Dalam gambarannya tato realis lebih pada gambar wajah. “Biasanya, gambar realis itu lebih pada seseorang,“ kata Jenny.

Di Gresik, Jenny bisa melukis tato 3 hingga 4 orang dalam sebulan. Biasanya, Jenny memberikan contoh gambar kepada konsumennya. “Permintaan terbanyak pada aliran realis yang menggambar sosok orang. Biasanya ditato di sebelah lengan dan tubuh seseorang,” jelasnya. Satu orang konsumen ditato dengan waktu kurang lebih 7 jam.

“Saya santai dan menikmati waktu tato supaya hasilnya bagus,” ungkapnya. Harga proses tato dari Rp 200 ribu sampai 2 juta. “Harga tato tergantung besar kecilnya gambarnya,” ungkap pria yang juga mengajar di School of Tattoo di Jogjakarta.(*/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia