Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Asita: Genjot Wisatawan ke Surabaya, Tambah Direct Flight dari LN

24 Januari 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Terminal T2 Bandara Internasional Juanda

Terminal T2 Bandara Internasional Juanda (NET)

Share this      

SURABAYA - DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur menilai potensi pariwisata Surabaya masih besar untuk terus dikembangkan. Oleh sebab itu, diharapkan destinasi kota pahlawan ini bisa terus didorong agar semakin dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman). Salah satunya dengan adanya direct flight dari luar negeri ke Jatim yang diharapkan bisa ditambah lebih banyak lagi. 

Ketua DPD Asita Jatim Arifudinsyah mengatakan, kunci agar pariwisata Jatim bisa terus maju adalah dengan gencar melakukan promosi. Tidak hanya Asita saja yang agresif promosi keluar, tapi pemerintah juga diharap ikut mendukung menyebarkan keunikan pariwisata Jatim, khususnya Surabaya.

"Jangan sampai turis-turis yang datang ke Surabaya misalnya hanya tahu mall saja. Padahal destinasi yang bisa dikunjungi di sini juga banyak," terangnya di sela-sela peringatan HUT ke-48 Asita di Taman Prestasi Surabaya, kemarin.

Untuk bisa mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara, Asita berharap direct flight dari luar negeri ke Jatim yang diharapkan bisa ditambah lebih banyak lagi. Mengingat selama ini direct flight tersebut masih sedikit.

Oleh karena itu, demi mendongkrak jumlah wisatawan, pihaknya berharap semakin banyak penerbangan langsung dari negara asal wisatawan mancanegara ke Jatim. Dengan begitu, target satu juta wisatawan mancanegara dalam setahun semakin mudah tercapai.

"Kalau persentasenya bisa meningkat sampai berapa, dinas pariwisata yang lebih paham. Tapi kalau kita lihat sekarang, masalahnya adalah penerbangan langsung," ujarnya.

Direct flight atau penerbangan langsung diakuinya memang sangat berpengaruh dalam mendatangkan wisatawan mancanegara. Ia mencontohkan, wisatawan asal China yang akan ke Bali. Mereka dimudahkan dengan penerbangan langsung ke pulau dewata. Arifudin menyebut, dengan langsung tanpa transit, harga tiket pesawat bisa lebih murah.

Ia menyebutkan, ada selisih paket wisata yang ditawarkan antara ke Bali dengan ke Jawa Timur. Turis China yang mau ke Jatim harus merogoh kocek lebih dalam Rp 3 juta dibanding ke pulau dewata.

"Kita punya target katakanlah target kunjungan wasatawan mancanegara dua juta orang atau satu juta motivasi, tapi penerbangan dari luar (maskapai asing) seat-nya tidak sebanyak itu. Kan omong kosong," urainya.

Penerbangan dari Surabaya langsung ke luar negeri sudah ada beberapa di antaranya Surabaya-Hongkong dan Surabaya-Madinah. Jika jumlah itu ditambah, target kunjungan satu juta wisatawan mancanegara bukan hal mustahil.

Sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Timur selama 2018 sebanyak 830.968 kunjungan. Jumlah itu naik 20,37 persen dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 690.509 kunjungan. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia