Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik

Bawaslu Butuh 3.654 Pengawas TPS

22 Januari 2019, 16: 33: 55 WIB | editor : Wijayanto

PENGAWASAN: Pelaksanaan pemilu mendatang, Bawaslu butuh 3.564 tenaga pengawas TPS.

PENGAWASAN: Pelaksanaan pemilu mendatang, Bawaslu butuh 3.564 tenaga pengawas TPS. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik kembali membentuk Tim Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Tim tersebut bakal membantu mengawasi pelaksanaan coblosan di masing-masing TPS. Rencananya, rekrutmen PTPS bakal dilakukan Maret mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gresik Maslukin Musda mengatakan sesuai Undang – Undang (UU) 19/2017 pengawas TPS dibentuk 23 hari menjelang coblosan. Sehingga, kemungkinan besar rekrutmen akan dilakukan pada 26 Maret mendatang. “Mereka nanti akan bekerja 23 hari sebelum coblosan hingga 7 hari setelah coblosan selesai,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, dibentuknya pengawas TPS jelang hari pemungutan suara bertujuan untuk menghemat anggaran. Selain itu, pembentukan pengawas TPS 23 hari jelang pemilu juga dinilai dapat lebih mengoptimalkan kinerja pengawas.  “Memang untuk anggarannya hanya disiapkan untuk kerja satu bulan. Makanya dibentuk mendekati hari coblosan,” terang dia.

Dikatakan, pada pemilu 2019 jumlah pengawas TPS yang direkrut Bawaslu mencapai 3.654 orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah TPS yang ada di Kabupaten Gresik. “Setiap TPS akan diawasi satu PTPS. Sehingga kami pastikan pengawasan lebih maksimal,” ungkapnya.

Ditambahkan, pengawas TPS nanti akan membantu tugas dari Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Desa serta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Mereka harus saling bersinergi untuk meminimalisir segala pelanggaran saat pelaksanaan pemilu. “Kami optimis pengawasan bisa lebih maksimal,” imbuhnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia