Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Setelah Ambles, Kini Jalan Raya Gubeng Sisi Barat Retak

20 Januari 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

DITAMBAL: Kondisi aspal di Jalan Raya Gubeng yang sempat mengalami keretakan, telah dilakukan perbaikan oleh PT NKE selaku kontraktor proyek tersebut,

DITAMBAL: Kondisi aspal di Jalan Raya Gubeng yang sempat mengalami keretakan, telah dilakukan perbaikan oleh PT NKE selaku kontraktor proyek tersebut, Sabtu (19/1). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Jalan Raya Gubeng pasca ambles pada (18/1) lalu sudah dilakukan pengurukan dan dapat dilalui kendaraan. Sayangnya  kini jalan tersebut mengalami keretakan kecil di bagian sisi barat amblesan, meskipun bekas galian basement sudah dilakukan pengurukan oleh PT NKE.

Humas Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya, Wahyu P Kuswanda membenarkan adanya retakan di jalann tersebut. Ia mengatakan, retakan terjadi pada pukul 15.00 Wib (18/1) sore. Kondisi Jalan Gubeng pasca perbaikan terlihat padat kendaraan setiap harinya, selain itu padatnya kendaraan, penyebab retakan keceil tersebut karena adanya kubangan air selebar 5 kali 5 meter di sisi barat bekas galian basement.

Setelah melihat adanya retakan aspal sisi barat, Wahyu menjelaskan retakan sepanjang 5 meter lebih itu segera di lakukan penambalan agar tidak semakin parah. “Itu karena adanya kubangan air, yang kini masih belum dilakukan pengurukan. Karena saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, PT NKE juga sudah menyurati Polda tapi masih belum ada balasan,” jelasnya saat ditemui di Jalan Raya Gubeng, (19/1).

Menurutnya penambalan tersebut dilakukan untuk mengatisipasi terjadinya hujan deras, pasalnya air hujan dapat masuk ke dalam tanah. Penambalan tahap pertama (overlay) saat ini sudah menutup secara keseluruhan retakan kecil tersebut. “Jadi sekarang sudah tidak tampak retakannya. Ini menjadi kekhawatirkan tersendiri, jika tidak segera dilakukan pengurukan pada kubangan 5 kali 5 meter terebut.

Wahyu menjelaskan, Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah membuat surat rekomendasi, yaitu surat dengan Nomor : Bk.0303-Dk/17 kepada PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk, soal pengurukan tertanggal 11 Januari 2019 lalu. Ia menambahkan, retakan kecil itu telah muncul sejak 3 sampai 4 hari yang lalu. Pihaknya mengaku dengan cepat melakukan perbaikan sementara di jalan yang mengalami retakan tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur telah resmi menetapkan satu orang tersangka yang dinilai bertanggung jawab dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Kota Surabaya. “Memang kita sudah ada beberapa yang akan dijadikan sebagai tersangka, yang jelas baru satu orang inisial F,” kata Irjen Luki Hermawan.

Orang berinisial F tersebut, diketahui berperan sebagai perencana proyek. Proses penetapannya, kata Luki, juga berdasarkan pemeriksaan bukti serta dokumen yang ada. “Ini sudah sesuai dengan bukti di lapangan, dan terkait dengan dokumen yang ada, sementara ini baru satu,” kata Luki.

Selain F, ada satu orang kain yang juga tekah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Namun, hingga kini polisi masih belum membeberkan siapa orang tersebut dengan gamblang. Dua lajur lain di sisi barat, masih belum berfungsi mengingat galian basement yang menyebabkan kelongsoran jalan, belum tertutup sempurna. (gin/nug)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia