Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

KLHK Amankan 384 Kontainer Kayu Ilegal Senilai Rp 100 M

16 Januari 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIGAGALKAN: Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani (tiga dari kanan), menunjukkan barang bukti kayu illegal yang diangkut KM Selat Mas (TEMAS

DIGAGALKAN: Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani (tiga dari kanan), menunjukkan barang bukti kayu illegal yang diangkut KM Selat Mas (TEMAS) di Pelabuhan Teluk Lamong Surabaya, Rabu (16/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Sebulan beroperasi, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan 384 kontainer kayu ilegal. Kayu jenis merbau tersebut merupakan kayu asal Papua yang diamankan dari Surabaya dan Makassar.

Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan, 384 kontainer kayu ilegal tersebut berdasarkan hasil operasi selama empat kali. Tiga penangkapan di Surabaya, sedangkan sisanya diamankan dari pelabuhan Makasar. Kayu-kayu itu rencananya akan diselundupkan ke sejumlah kawasan di Jawa Timur.

"Ini kejahatan serius. Sebab jika dibiarkan akan merusak ekosistem," ungkap Rasio, Rabu (16/1). Dia menambahkan, saat ini KLHK sudah menindak 575 kasus pidana sampai tahap P21 (disidangkan). Juga, menggugat secara perdata 18 korporasi dengan putusan ganti rugi, dimana 10 gugatan di antaranya sudah dikabulkan Mahkamah Agung (MA) dengan nilai putusan lebih dari Rp 18,33 triliun.

"Serta sudah 461 korporasi yang kami beri sanksi, bahkan ada yang dicabut izinya. Kami komit dan serius untuk penegakan hukum di bidang lingkungan hidup ini," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan sekaligus Ketua Satgas Penyelamatan SDA KLHK, Sustyo Iriyono mengatakan, kayu ilegal yang diamankan ini merupakan kayu merbau yang diperkirakan berjumlah lebih dari 5.812,77 meter kubik dengan nilai minimal sekitar Rp 104,63 miliar.

Sustyo Iriyono menambahkan, KLHK terus memantau pergerakan kayu ilegal. Langkah ini untuk memberi sinyal kepada pembalak kayu ilegal agar segera menghentikan segera semua kegiatan ilegalnya.

"Operasi penindakan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengangkutan kayu ilegal dari Papua pada akhir tahun. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan menganalisis data dan menjalankan operasi intelijen, di mana ada informasi kapal membawa kayu ilegal tujuan Surabaya," tutur Sustyo.

Saat ini penyidik KLHK masih memeriksa dokumen dan fisik kayu yang diangkut KM Selat Mas serta mengamankan barang bukti agar segera masuk ke tahap penyidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu terkait dengan operasi sebelumnya, sudah empat korporasi ditetapkan sebagai tersangka. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia