Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jatim Masih Impor Ikan untuk Penuhi Pabrik Pengolahan Ikan

16 Januari 2019, 13: 27: 50 WIB | editor : Wijayanto

BAHAN BAKU: Ikan lemuru yang dimanfaatkan industri pengolahan ikan sarden.

BAHAN BAKU: Ikan lemuru yang dimanfaatkan industri pengolahan ikan sarden. (NET)

Share this      

SURABAYA – Permintaan ikan yang sangat besar membuat Jatim harus melakukan impor untuk sejumlah jenis ikan. Hal ini menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim disebabkan karena over fishing (penangkapan ikan berlebihan)

“Sehingga membuat populasi ikan berkurang karena tidak sempat untuk berkembang biak,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Muhammad  Gunawan Saleh.

Gunawan mengatakan ikan yang diimpor pun hanya jenis-jenis tertentu saja seperti lemuru, makarel, udang, cumi dan tuna. Menurutnya lemuru merupakan jenis ikan sardine yang diimpor dari India.

“Untuk ikan lemuru kita impor sebanyak 23.171.820 Kg pertahun. Sedangkan untuk makarel impornya sebanyak 22.477.239 Kg pertahun. Untuk udang sebanyak 11.699.997 Kg pertahun, cumi sekitar 11.697. 396 Kg pertahun dan tuna 7.931.841 Kg pertahun,” terangnya.

Lebih lanjut Gunawan menyebutkan impor tersebut bukan untuk diproduksi sendiri. Melainkan untuk diolah kembali dan diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar. “Jadi pabrik pengolahan ikan itu tiap harinya harus produksi. Tangkapan ikan dari nelayan kita sering tidak mampu memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan ikan. Kalau tidak ada ikan ya mau tidak mau  harus impor,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Gunawan ini mengakui bahwa pengawasan terhadap illegal fishing di Jatim masih kurang. Menurutnya, dulu sempat tak dibolehkan untuk menggunakan alat tangkap cantrang. “Namun, saat ini cantrang boleh digunakan dengan menggunakan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia