Rabu, 21 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment

Indra Sjafri Keluhkan Buruknya Lapangan

16 Januari 2019, 06: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

LATIHAN: Indra Sjafri memimpin latihan Timnas U-22 di Lapangan A Senayan Jakarta.

LATIHAN: Indra Sjafri memimpin latihan Timnas U-22 di Lapangan A Senayan Jakarta. (APF)

Share this      

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri mengeluhkan kondisi rumput di Lapangan A Senayan, Jakarta yang dianggap buruk. Kondisi ini sedikit banyak menjadi masalah bagi pemain saat menjalani latihan. Namun, Indra Sjafri juga menyebut memaklumi kondisi lapangan yang harus berbagi dengan masyarakat umum. Sebab saat ini PSSI tidak memiliki lapangan khusus yang diperuntukkan bagi Timnas Indonesia.

"Ini yang jadi masalah kami, lapangan makin lama makin jelek karena dipakai oleh umum. Itu juga kami maklumi karena memang kami tidak punya training ground [lapangan latihan] sendiri," kata Indra Sjafri di Lapangan A Senayan, Senin (14/1).

Pekan lalu, Timnas Indonesia U-22 sekali menjajal latihan di Stadion Madya. Namun, jadwal penggunaan lapangan tidak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan latihan yang diinginkan Indra Sjafri yakni dimulai pukul 06.00 WIB. 

Sedangkan Timnas Indonesia U-22 harus berbagi lapangan dengan pemusatan latihan nasional atletik sehingga hanya bisa memakai lapangan di Stadion Madya mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB atau malam hari.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPK GBK) Senayan, Gatot Tetuko, mengakui kondisi lapangan A dan B Senayan yang kurang maksimal lantaran tak henti-hentinya dipakai. Kondisi lapangan semakin diperparah dengan kondisi cuaca yang masuk musim penghujan.

"Tadinya kita mau tutup, tapi timnasnya mau main, jadi ya lapangannya keadaannya kurang bagus, apalagi musim hujan gini [rumputnya] cepat rusak."Mestinya lapangan B sudah membaik tapi masih ada tambalan rumput," jelas Gatot. 

PPK GBK juga tidak bisa memberikan larangan kepada masyarakat umum untuk menggunakan lapangan A,B dan C Senayan. Sebab, salah satu pemasukan PPK GBK yang digunakan untuk perawatan rumput dan stadion berasal dari sewa lapangan tersebut.

"Duitnya dari mana kalau tidak dari umum. Kita kan tidak menerima APBN untuk perawatan. Kita cari duit sendiri. Harusnya ini terjadwal, PSSI jadwalnya baru saja masuk. Sedangkan [pesanan jadwal] publik masuknya kan sudah lama. Jadi PSSI memang disusulkan," jelas Gatot.

Sebagai solusi, Gatot mengAtakan bakal berkoordinasi dengan Pengurus Pusat Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PP PASI) untuk bisa berbagai lapangan dengan Timnas Indonesia U-22 di Stadion Madya.(pps/cnn)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia