Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Kejari Tetapkan Mukhtar Tersangka Pungli Jasa Pungut di BPPKAD Gresik

15 Januari 2019, 21: 12: 27 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Muhktar (rompi merah), Plt Kepala BPPKAD saat digelandang menuju mobil tahanan ke Rutan Cerme.

TERSANGKA: Muhktar (rompi merah), Plt Kepala BPPKAD saat digelandang menuju mobil tahanan ke Rutan Cerme. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya menetapkan Mukhtar, Plt Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik sebagai tersangka. Penetapan tersangka atas dugaan pemotongan atau pungutan liar (pungli) uang jasa pungut (japung) pajak daerah dan uang insentif pajak.

Selain Mukhtar, tiga pejabat lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif dan menjadi saksi. Ketiga pejabat itu Kabid PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBB-BPHTB) Mustofa. Kemudian Kabid Anggaran Mat Yazid dan anak buahnya, Agung Fery Setiyono. Agung menjabat sebagai Kasubag Penyusunan Anggaran Urusan Pemerintahan Wajib.

Penetapan Muhktar sebagai tersangka disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Pandoe Pramoekartiko, Selasa sore (15/1). Menurut Pandoe, penetapan dilakukan setelah mereka menjalani pemeriksaan sejak penangkapan Senin (14/1) sore hingga Selasa (15/1) siang. 

Mukhtar selanjutnya akan dititipkan ke Rutan Klas 1 Surabaya di Medaeng, Waru, (Rutan Medaeng) Sidoarjo, sebagai tahanan titipan kejaksaan. "Mereka kami tahan atas sangkaan pemotongan uang jasa pungut pajak daerah. Nilainya bervariasi antara 10 hingga 20 persen," kata Pandoe Pramoekartiko.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui, tersangka memerintahkan melakukan pemotongan uang japung penarikan pajak di lingkungan BPPKAD Gresik. Uang pungutan bervariasi yang dikenakan kepada seluruh pegawai BPPKAD penerima uang japung.

Uang tersebut lantas dikumpukan dan disetorkan ke Plt Kepala BPPKAD Gresik. "Saat ini kami masih menuntaskan hasil pemeriksaan sambil melengkapi alat bukti dan keterangan saksi," jelas Kajari (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia