Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Bapak Kos Kok Hobinya Mijit Anak Kos

14 Januari 2019, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Apakah judulnya terlalu provokatif ? Apakah terlihat seperti judul  film dewasa? Namun, ini benar adanya. Pemerannya adalah Donwori, 62, dan Sephia, 24.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Tak sedikit gugatan cerai yang datang dari orang lanjut usia. Yang seperti ini biasanya kasusnya lucu-lucu. Kebanyakan sih karena si laki-laki suka bikin ulah. Seperti Donwori ini, misalnya. Yang digugat Karin, 58, gara- gara Donwori ketahuan memijit anak kosnya. 

Donwori profesinya memang seorang bapak kos. Mungkin ia memegang prinsip mulia, dimana anak kos yang mayoritas anak rantau adalah tanggung jawabnya. Sehingga harus dirawat dan dicukupkan kebutuhannya. Maka otomatis, ketika anak kosnya sedang sakit dan tak enak badan, Donwori akan merasa bersalah ketika tak bisa merawatnya dengan baik. Maka dari itu, suatu saat kakek ini  menyambangi kamar salah satu anak kosnya. Tahu kalau si anak kos, sebut saja namanya Sephia, sedang masuk angin, Donwori menawarkan jasa untuk memijit.

Lagi-lagi, mungkin niatan Donwori ini mulia. Tanpa embel-embel lain atau mau bersikap mesum. Sayangnya, kadang sesuatu nampak lebih liar ketika dilihat dengan mata telanjang. Ndilalah, niat baik Donwori itu ketahuan oleh anak kos yang lain. Dan entah Donwori harus berterima kasih atau mengumpat si anak kos peres itu, perbuatannya dilaporkan kepada Karin. "Wong tuwo kok kakean polah. Gak eleng umur. Tambah nggudo perawan," omel Karin saat berada di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal pekan lalu. 

Dan mungkin hal itu adalah hari apesnya Donwori. Setelah tepergok dan dilaporkan itu, omelan Karin tak pernah berhenti. Bahkan Karin tak peduli lagi tentang anggapan keluarga dan tetangga yang nyacat mengatai, tua -tua masih saja gegeran. Ia sudah kadung jengkel dengan perilaku suaminya. 

Lalu, apa Karin sudah menanyakan maksud Donwori memijit anak kosnya ini ? Oh tentu sudah. Katanya, Donwori kasihan. Berkali-kali ia memergoki Sephia batuk tiada henti. Karena tak tega, ia berinisiatif untuk mencoba meringankan penderitaan anak kosnya. Karin sendiri tak yakin juga apakah Donwori jujur atau hanya alasan saja. Yang jelas dilihat dari segi mana pun, perbuatan suaminya salah. "Kan bisa menyarankan untuk pijit ke orang lain atau beli obat. Gak perlu sampai turun tangan langsung. Lak dadi omongan itu lho bikin urusan tambah runyam," kata Karin lagi. 

Namun sebenarnya, Karin sudah kadung jengkel. Rupanya bukan sekali dua kali saja Donwori menaruh perhatian berlebih kepada Sephia ini. Ia kerap memergoki Donwori  setia menunggui Sephia ketika sedang mencuci pakaian. Ia juga sering melihat Donwori masuk kamar Sephia. Alasannya banyak, mulai benerin ini dan itu. Pun aki-aki ini juga sering membelikan Sephia berbagai barang. Ya kalau sudah begini, istri mana yang tidak jengkel. "Tak pikir Sephiane iku juga ganjen. Lek perempuan mbeneh, mana mau dipegang-pegang," heran Karin. 

Ya akhirnya, Karin lebih memilih berpisah secara resmi dari Donwori. Menunggu pengacara meng-golkan sidang perceraiannya. Daripada membuat malu lebih lanjut, mending ia menahan malu dikatai orang. Tua-tua kok pakai acara cerai segala. Bagi Karin, masio tua ya tetep wanita. Tetep istri yang kudu bin wajib memonopoli lelakinya. Gak ada toleransi untuk dibagi-bagi dengan perempuan lain. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia