Senin, 25 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Salah Masuk Rumah, Penagih Utang Dituduh Mencuri, Keok Dimassa

12 Januari 2019, 17: 08: 18 WIB | editor : Wijayanto

RINGSEK: Mobil terduga pelaku pencurian setelah menubruk pembatas jalan.

RINGSEK: Mobil terduga pelaku pencurian setelah menubruk pembatas jalan. (YUSRIZAL ARI AWAN/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Dugaan kasus pembobolan rumah di Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Balongbendo Kamis (10/1) lalu, ternyata hanyalah kesalahpahman. Setelah terduga pencurian digelandang ke Mapolsek Balongbendo, akhirnya terkuak jika terduga salah masuk rumah saat mau menagih hutang.

Kanit Reskrim Polsek Balongbendo Iptu Kinaryo mengungkapkan, dugaan aksi pencurian rumah bermula saat pria asal Sedati tersebut masuk ke rumah salah satu warga. Pria itu hendak menagih hutang karena merasa ditipu atas pembelian tanah. "Terduga membeli tanah pada seseorang yang belum dikenal dan diberi alamat  rumah korban yang dimasuki itu," terang Kinaryo, Sabtu (12/1)

Karena alamat yang dimaksud ketemu, terduga langsung menyelonong masuk ke rumah tersebut. Sialnya, terduga malah diteriaki maling pemilik rumah tersebut.

Mendengar teriakan korban, warga setempat langsung berdatangan dan berusaha menangkap pria yang mengendarai mobil Toyota Agya L 1906 JV tersebut. "Terduga panik sehingga langsung tancap gas menggunakan mobilnya," imbuh Kinaryo.

Melihat terduga melarikan diri, warga pun langsung melakukan pengejaran. Aksi kejar-kejaran itu sampai ke  Bypass Krian. "Terduga ditangkap warga karena mobilnya berhenti setelah sempat menghantam pembatas jalan.

Setelah itu, terduga langsung digelandang ke Mapolsek Balongbendo. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, terungkap jika terduga tidak terbukti melakukan pencurian. "Tidak ada barang bukti yang dicuri terduga dari rumah korban," tegas Kinaryo.

Selain itu, Kinaryo juga mengungkapkan jika terduga juga sempat mengelak saat dituduh melakukan pencurian. Namun warga sudah tersulut emosi, sehingga terduga memilih melarikan diri untuk menghindari amuk masa.

Masih kata Kinaryo, untuk memperjelas kasus dugaan pencurian tersebut, polisi juga sudah memanggil korban, dan lurah setempat untuk meluruskan perkara kedua belah pihak. Hasilnya, kasus berhenti dengan jalan damai dari kedua belah pihak yang juga disaksikan lurah setempat. (son/nis)

(sb/jpg/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia