Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Yuanita Puspitasari, Yuk Sidoarjo 2018

Rela Blusukan Demi Mengenal Destinasi Wisata Kota Delta

12 Januari 2019, 11: 44: 46 WIB | editor : Wijayanto

Yuanita Puspitasari

Yuanita Puspitasari (ISTIMEWA)

Share this      

Setelah terpilih sebagai duta wisata Kabupaten Sidoarjo tahun 2018, Yuanita Puspitasari menjadi orang sibuk. Berbagai agenda sudah menanti di depan mata penyandang gelar Yuk Sidoarjo 2018 ini.

VEGA DWI ARISTA-Wartawan Radar Sidoarjo 

GADIS berusia 20 tahun yang akrab disapa Yuk Yuan ini beberapa kali menghadiri grand final pemilihan duta wisata kabupaten/kota di Jatim. Ini semacam kunjungan balasan karena duta wisata kabupaten/kota yang lain pun menghadiri undangan Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo. Ikatan sesama duta wisata di Jatim memang sangat erat.

Yang terbaru, Yuk Yuan mengikuti jambore duta wisata se-Indonesia. Selama empat hari para duta wisata dari berbagai kota di tanah air unjuk kebolehan di Surabaya dan Trawas, Mojokerto. "Memang capek tapi asyik," kata mahasiswi Fakultas hukum Universitas Airlangga Surabaya ini.

Sebagai duta wisata Kabupaten Sidoarjo, Yuk Yuan tentu saja diharapkan menjadi public relation pariwisata di Kota Delta. Karena itu, di sela kesibukan kuliah, Yuan mengaku harus belajar mengenai wisata wisata di Kabupaten Sidoarjo. Caranya dengan mengunjungi beberapa tempat wisata di Sidoarjo. Ini penting agar dia bisa mendeskripsikan destinas-destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo dengan meyakinkan.

Dari hasil blusukan ke berbagai tempat wisata, Yuk Yuan berpendapat destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo perlu pengembangan secara terus-menerus. Baik infrastruktur, akses jalan, wahana, suvenir, hingga perawatan dan kebersihan.

Yuan melihat transportasi masih menjadi kendala bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke objek wisata tertentu. Misalnya, destinasi wisata religi Makam Dewi Sekardadu di Kampung Kepetingan, Kecamatan Buduran. Akses darat sangat sulit karena belum ada jalan raya. Satu-satunya akses lewat sungai pun belum bisa diandalkan.

Destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan di Sidoarjo adalah Pulau Lusi di muara Sungai Porong. Tepatnya di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon. Yuk Yuan menilai Pulau Lusi sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata andalan Kabupaten Sidoarjo. Ini karena tempatnya berbeda dengan daerah lain. Pulau Lusi, seperti diketahui, merupakan pulau buatan hasil reklamasi Lumpur Sidoarjo (Lusi) yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Pulau seluas 94 hektare itu dalam waktu singkat menjadi tempat konservasi mangrove dan budidaya perikanan. Saat ini Pulau Lusi dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Pulau Lusi itu awalnya merupakan suatu bencana, tapi dapat menjadi tempat yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri," katanya.

Hanya saja, gadis kelahiran Jember, 17 Januari 1998, ini mengingatkan pentingnya memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan pengunjung. Sebab, wisatawan harus menggunakan perahu sekitar 30 menit ke Pulau Lusi. KKP dan pihak terkait juga perlu melakukan banyak pengembangan agar Pulau Lusi bisa menjadi objek wisata favorit masyarakat.

Yuk Yuan bersama para duta wisata juga sering melakukan sosialisasi pariwisata di ajang Car Free Day (CFD) Alun-Alun Sidoarjo dua minggu sekali. Ini untuk memperkenalkan bahwa Sidoarjo punya banyak sekali tempat wisata yang justru tidak diketahui oleh masyarakat Sidoarjo tersendiri. Sosialisasi juga dilakukan lewat media sosial.

"Kami membagikan beberapa informasi untuk mempermudah anak-anak muda khususnya lebih menyebarluaskan dan membagikan kepada masyarakat luas," katanya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia