Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Bawaslu Klaim Pelanggaran Kampanye di Sidoarjo Turun

12 Januari 2019, 11: 38: 48 WIB | editor : Wijayanto

MASIH ADA: Salah satu APK milik caleg yang dipasang di pohon.

MASIH ADA: Salah satu APK milik caleg yang dipasang di pohon. (DOK/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo mengklaim ada penurunan jumlah pelanggaran alat peraga kampanye (APK). Dalam periode ketiga penertiban, Bawaslu mencatat hanya ada 548 pelanggaran terkait APK.

Ketua Bawaslu Sidoarjo Hidar Munjid mengatakan, dibandingkan penertiban periode pertama dan kedua, ada tren penurunan pelanggaran APK. Pada periode pertama jumlah pelanggaran mencapai 881 pelanggaran dan periode kedua 704 pelanggaran. "Meski ada penurunan, tapi jumlah pelanggaran tetap banyak," katanya.

Temuan pelanggaran tersebut menyebar di sejumlah kawasan Kota Delta di 18 kecamatan. Baik itu pelanggaran calon legislatif (caleg) DPRD Sidoarjo, DPRD Jawa Timur, DPR RI, DPD, hingga calon presiden (capres) dan partai politik (parpol).

Hidar mengungkapkan, penertiban terhadap pelanggaran tersebut tetap akan dilakukan. APK yang melanggar memang tidak sesuai dengan aturan. Misalnya, berada di tempat pendidikan, ibadah dan kawasan terlarang lainnya. "Ada banyak pelanggaran dengan berbagai bentuk APK. Termasuk menancap di pohon," ucapnya.

Menurut dia, setelah dilakukan penertiban, Bawaslu tetap akan memelototi sejumlah pelanggaran yang dilakukan. Pada periode keempat nantinya jumlah APK diperkirakan akan bertambah banyak karena pencoblosan sudah semakin dekat. "Tentu kita akan lebih giat untuk mengawasi APK yang melanggar aturan," katanya.

Sementara itu, sejumlah aktivis lingkungan menyoroti APK yang dipaku di pohon-pohon peneduh di pinggir jalan. Pemasangan atribut kampanye seperti itu dinilai sangat membahayakan kelangsungan pohon.

“Sudah ada banyak pohon yang tumbang karena bagian dalam batangnya sudah keropos. Itu gara-gara dipaku untuk reklame atau kampanye,” kata Suyanto, aktivis lingkungan asal Desa Damarsi, Buduran.

Diam-diam pria yang akrab disapa Yanto ini blusukan sendiri ke berbagai kawasan Kota Delta. Dia mencopoti berbagai bentuk reklame dan alat peraga kampanye yang dipaku di pohon-pohon. “Dicopot hari ini, besok atau lusanya dipasang lagi di pohon. Itu yang jadi masalah,” katanya.

Yanto berharap para politisi alias calon anggota legislatif (caleg) mau memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Salah satunya dengan tidak memasang atribut kampanye di pohon-pohon. “Caleg-caleg itu bakal menjadi anggota dewan yang terhormat. Mereka harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya. (vga/rek)  

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia