Sabtu, 23 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Inilah Pola Transaksi Bisnis Esek-Esek Artis

MENGGIURKAN! Artis Dapat 85 Persen, Mucikari Kebagian 15 Persen

12 Januari 2019, 04: 02: 05 WIB | editor : Wijayanto

DUA MUCIKARI: Endang Suhartini alias Siska dan Tantri Novanta

DUA MUCIKARI: Endang Suhartini alias Siska dan Tantri Novanta (NET/MERDEKA.COM)

SURABAYA - Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengungkapkan pola transaksi dari bisnis esek-esek para artis. Menurut perwira menengah ini, biasanya transaksi dilakukan antara pelanggan lewat mucikari melalui pesan whatsapp (WA) di ponsel.

Menurut dia, dari data forensik percakapan di ponsel para mucikari yang sudah disita, ada beberapa pria hidung belang yang terdeteksi meminta salah satu nama artis atau model yang ingin dikencaninya. Kemudian, mucikari ini menghubungi artis atau model yang diinginkan. Jika artis atau model itu bersedia, maka segera mereka menentukan harga dan tempat eksekusi.

Namun apabila artis/model yang diinginkan tidak ada dalam stok maka akan diarahkan untuk ke nama lainnya. Beberapa transaksi yang teridentifikasi, kebanyakan kedua tersangka yang menawarkan salah satu artis atau modelnya. Jika tidak ada baru dimintakan ke yang lain.

“Kedua tersangka ini saling membantu satu sama lain terkait nama-nama artis atau model ke pelanggannya. Mengenai (caranya) apakah mengirim katalog atau apa, masih kami selidiki,” tuturnya.

Soal pembagian fee, Akhmad Yusep mengungkapkan bahwa pelanggan yang sudah tertarik satu nama dan deal dengan artis/modelnya harus membayar uang muka dulu sebesar 30 persen dari harga. Setelah itu, baru disepakati tempat dan lain-lain.

Untuk sisanya baru diberikan setelah pertemuan dengan tersangka beserta artis atau model yang diinginkan pelanggan. “Jadi sistemnya uang muka dulu ditransfer melalui rekening untuk kepastian pemesanannya,” ujarnya.

Pola pembagian uang hasil para artis/model ini memerah keringat juga termasuk besar. Untuk model atau artis yang mau melayani pria hidung belang, mereka mendapatkan hampir seluruhnya uang pembayaran dari pelanggan. Sedangkan mucikari hanya mendapat bagian 15 persen.

Ini pun dibagi dua oleh kedua mucikari ini. Sedangkan sisa seluruhnya sebesar 85 persen untuk sang artis yang sudah memerah keringat. “Kami juga masih mencari dua orang DPO yang diduga sebagai mucikari dan sempat lari saat penangkapan. Keduanya wanita, dan kami sudah mengantongi keberadaannya di Jakarta dan di Bandung,” tuturnya.

Akhmad Yusep menambahkan, barang bukti yang disita dari penggerebekan di kamar Vanessa dan dari mucikari sebanyak tujuh buah. Yakni celana dalam warna ungu milik Vanessa, seprei kamar warna putih, kartu ATM, dan empat buah ponsel. Pihaknya juga menyita beberapa kondom yang ditemukan dari kedua mucikari maupun saksi korban.

Mengenai kemungkinan akan dinaikkannya status Vanessa dari saksi korban sebagai tersangka, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Ini masih kami pelajari dan dalami kembali,” tegasnya.

Inilah garis besar pola transaksi bisnis prostitusi online para artis:

1.            Pria hidung belang yang ingin menggunakan jasa prostitusi online menghubungi kedua tersangka mucikari Siska dan  Tantri. Biasanya dilakukan via whatsapp.

2.            Ada yang meminta nama salah satu artis atau model. Namun, ada juga yang ditawari oleh kedua tersangka nama artis atau model yang ada di dalam jaringan prostitusinya.

3.            Setelah deal menggunakan salah satu jasa artis atau model, pelanggan diminta untuk menyerahkan uang muka. Besaran uang muka biasanya 30 persen dari harga yang disepakati.

4.            Setelah uang muka ditransfer baru kemudian menyepakati lokasi kencan dan penyerahan sisa uang saat pertemuan tersebut. Kemudian hasil tersebut dibagi 15 persen utuk mucikari dan sisanya untuk artis atau model tersebut. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia