Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Polda Jatim Bongkar Bisnis Prostitusi Artis

Ada yang Ditawari, Ada yang Menawarkan Diri untuk Dilacurkan

12 Januari 2019, 03: 56: 27 WIB | editor : Wijayanto

SAKSI: Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila

SAKSI: Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila (NET)

Share this      

SURABAYA - Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap banyak fakta terkait bisnis prostitusi online yang melibatkan para artis dan para model ibu kota. Hal ini setelah penyidik selama empat hari melakukan penyelidikan terhadap kedua tersangka dan berhasil membongkar data forensik rekaman ponsel dan aliran dana di rekening milik tersangka.

Dari keterangan kedua tersangka mucikari yakni Endang Suhartini alias Siska dan Tantri Novanta, untuk menjaring para artis yang mau menjajakan tubuhnya tersebut bukan semata usaha mereka merayu agar mau masuk dalam jaringan prostitusi yang mereka kendalikan. Melainkan, ada beberapa artis atau model yang justru sengaja minta atau menawarkan diri untuk dilacurkan.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, sesuai penuturan kedua tersangka, tidak semuanya dia yang merayu artis atau model tersebut. Namun, beberapa artis atau model yang justru minta untuk masuk dalam bisnis prostitusi online yang mereka kelola.

“Kedua tersangka ini hanya menjalankan saja. Kalau ada pesanan, ya dilayani. Jadi kalau merayu, tidak semua. Karena beberapa yang bergabung malah sengaja menawarkan diri,” tuturnya.

Keterangan ini dibenarkan mucikari Siska maupun Tantri. Kepada wartawan yang menemuinya di Polda Jatim, Siska mengatakan bahwa para artis atau model itu yang minta karena butuh uang. "Mereka kebanyakan memang mau, dan aku sama halnya pada penghubung saja, tidak lebih dari itu," ungkap perempuan yang rambutnya dicat hilite warna pirang itu.

"Betul, saya gak pernah ngajak ya, tapi mereka yang menawarkan diri sendiri (untuk dijual)," imbuh Tantri yang duduk dekat Siska.

Apakah sebelumnya ada iming-iming supaya mereka tertarik bergabung? Baik Siska maupun Tantri kompak membantah. "Tidak ada," tegas Siska. "Tadi sudah dijawab, tidak ada iming-iming," timpal Tantri.

Akhmad Yusep menambahkan, barang bukti yang disita dari penggerebekan di kamar Vanessa dan dari mucikari sebanyak tujuh buah. Yakni celana dalam warna ungu milik Vanessa, seprei kamar warna putih, kartu ATM, dan empat buah ponsel. Pihaknya juga menyita beberapa kondom yang ditemukan dari kedua mucikari maupun saksi korban.

Mengenai kemungkinan akan dinaikkannya status Vanessa dari saksi korban sebagai tersangka, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Ini masih kami pelajari dan dalami kembali,” tegasnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia