Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Festival Rujak Uleg 2019, Disiapkan untuk Raih Rekor MURI

12 Januari 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

MERIAH: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Direktur Radar Surabaya Lilik Widiantoro bersama perwakilan undangan nguleg bareng dalam Festival Rujak

MERIAH: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Direktur Radar Surabaya Lilik Widiantoro bersama perwakilan undangan nguleg bareng dalam Festival Rujak Uleg beberapa tahun lalu. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Setelah sempat tertunda setahun karena adanya pengeboman di sejumlah gereja dan Mapolrestabes, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg 2019 pada Minggu 17 Maret mendatang. Kegiatan rutin tahunan ini dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, tahun ini ia memberikan konsep yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain jumlah peserta yang ikut lebih banyak, yakni sekitar 1.600 peserta yang wajib menggunakan kostum yang unik, juga menggunakan cobek berukuran 2,5 meter. 

“Jadi cobeknya berada di panggung yang diletakkan di tengah sepanjang Jalan Kembang Jepun. Sehingga masyarakat bisa melihat dengan jelas karena posisinya lebih tinggi. Dan ini nantinya akan dicatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai cobek terbesar dan peserta terbanyak,” ujarnya kepada Radar Surabaya, Jumat (11/1).

Antiek menuturkan, kegiatan yang biasanya digelar pada bulan Mei ini dimajukan pada Bulan Maret. Hal ini lantaran pada bulan April ada kegiatan Pemilu dan bulan Mei sudah puasa. “Jadi kami sengaja mengurangi kegiatan selama bulan puasa,” katanya.

Dari jumlah peserta tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing anggotanya 6 orang, jika dirinci ada 154 kelompok dari kelurahan, 35 kelompok Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 27 kelompok masyarakat umum , 24 kelompok tamu kehormatan, dan 28 kelompok dari hotel dan restoran. “Kita memang dari tahun ke tahun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi agar pesertanya semakin banyak,” tuturnya.

Selain itu, dalam festival ini juga diramaikan oleh berbagai hiburan oleh seniman-seniman lokal Surabaya. Seperti misalnya tarian Rujak Uleg dari sanggar Gito Maron. Dan beberapa band yang akan menampilkan lagu-lagu Surabaya. 

Antiek menambahkan, untuk pendaftaran dimulai tanggal 7 Januari hingga 15 Februari. Kemudian untuk technical meeting digelar tanggal 11-12 Maret. “Peserta wajib membawa peralatan dan bahan rujak sendiri. Setiap grup masing-masing anggotanya berjumlah enam orang wajib menunjukkan kekompakan gerak, kostum unik dan yel-yel,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia