Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Menikah Tak Direstui Keluarga, Disia-siakan Mertua

12 Januari 2019, 04: 45: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Pernikahan penuh resiko adalah ketika sejak awal tak direstui  keluarga kedua belah pihak. Namun atas dasar cinta, banyak pasangan yang nekat lanjut dan  mengabaikan keluarga. Apakah yang seperti itu akan berakhir bahagia? 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Belum tentu juga. Seperti yang dialami oleh Karin, 28. Dulu, ia nekat menentang orang tua agar bisa menikah dengan Donwori, 31, kekasihnya. Namun baru berjalan tiga tahun, hubungan keduanya kandas juga. Saat cerita ini ia ungkapkan, Karin sedang menunggu giliran sidang keduanya, di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Ia pun flashback ke awal perjuangan pernikahannya.

Rupanya, cerita pernikahan Karin pelik juga. Meskipun agaknya saat ini banyak kasus serupa. Karin dan Donwori dulunya adalah sepasang kekasih. Sayangnya, untuk melangkah ke jenjang pernikahan, mereka ditentang keras oleh keluarga Karin. "Aku sendiri ya gak ngerti kenapa Abah segitu gak senengnya sama Mas Don (Donwori, Red), " katanya. 

Pun dengan keluarga Donwori. Saat pacaran  Karin kerap berkunjung ke rumah calon mertuanya. Dari sini, ia merasa diterima meski tak begitu hangat. Setidaknya masih dipersilahkan masuk lah. 

Karena sudah saling cinta, keduanya pun sepakat untuk menikah. Akhirnya melamarlah Donwori ke orang tua Karin. Eh, ndilalah, lamaran Donwori ditolak mentah-mentah. Bahkan, saat itu Karin dipaksa mau dijodohkan dengan pria lain, kenalan bapaknya.

Dari sini, Karin pun putus asa. Sudah kadung cinta, ia nekat mengajak Donwori untuk melakukan hubungan badan sebelum menikah. Dengan harapan, bapaknya mau merestui setelah tahu Karin tak lagi perawan. "Tak akui aku dulu memang gegabah dulu Mbak. Pikirku pokoknya bisa menikah dengan Mas Don," ungkap Karin.

Bodohnya, perbuatan itu dilakukan di rumah Donwori. Ndilalahnya lagi, eh tepergok oleh tetangga Donwori. Tambah jadi omonganlah keduanya, sampai ramai sekampung. Namun dari sini, bukannya pernikahannya direstui orang tua, Karin malah diusir dari rumah. Singkat cerita, ia akhirnya dinikahkan oleh keluarga Donwori, dengan sedikit terpaksa, dan tanpa restu orang tua sama sekali. 

Setelah menikah pun, Karin diboyong ke rumah mertua. Tinggal serumah dengan Donwori dan kakak-kakaknya. Dari sinilah, penyiksaan terhadap Karin dimulai. Tak perlu diceritakan lah, ya standar saja. Seperti perlakuan umum yang diterima  mantu yang dibenci oleh mertua. 

Bahkan, Karin mengaku, sempat dikirimi jin oleh mertuanya sendiri. Kalau kata perempuan hitam manis ini, si Karin merasa kepanasan terus di rumah. Dampaknya juga pada hubungannya dengan Donwori yang terganggu juga. Bahkan, si jin itu tetap mengikutinya ketika ia sudah ngontrak, lepas dari keluarga. "Tak tanyakan ke dukun memang, rupanya, di kamarku dipasangi jin sama mertua. Jin yang  sangat jahil," imbuhnya. 

Namun bukan  itulah penyebab perceraian Karin. Karena dasarannya keras kepala, ia kebal saja diperlakukan semena-mena. Tapi perceraian ini dipicu oleh Donwori yang selingkuh. Ya, setelah dibelani sampai hamil duluan dan nama baiknya hilang seperti itu, Donwori malah ada main dengan perempuan lain.

Bahkan, ia juga sering tak pulang karena nginep di rumah selingkuhannya itu. "Owalah, sudah gaji pas-pasan aja neko-neko.Sudah gak kuat lagi aku Mbak. Cerai saja," pungkasnya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia