Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dikunjungi Delegasi Asia Pasifik, Pengelolaan Sampah Diapresiasi Dunia

11 Januari 2019, 17: 13: 55 WIB | editor : Wijayanto

JADI PERCONTOHAN: Regional Director UN Environment Asia and The Pacific Office Dechen Tsering (kanan) memberikan botol plastik sebagai alat pembayaran

JADI PERCONTOHAN: Regional Director UN Environment Asia and The Pacific Office Dechen Tsering (kanan) memberikan botol plastik sebagai alat pembayaran saat naik Suroboyo Bus. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Keberhasilan Kota Surabaya dalam mengelola sampah mendapat apresiasi dunia Internasional. Hal itu terlihat saat ada kunjungan delegasi UN Environment Asia and The Pacific Office yang didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Mereka mengunjungi Kota Pahlawan selama dua hari, yakni 9-10 Januari 2019.

Tiba di Surabaya, mereka langsung menuju TPA Benowo dan melihat secara langsung proses pengelolaan sampah di tempat tersebut, termasuk mesin-mesin pengolahnya yang besar. Rombongan ini juga sempat meninjau co-working space Koridor dan Command Center 112 di gedung Siola.

Bahkan, mereka mencoba langsung Suroboyo Bus yang pembayarannya memakai botol plastik. Mereka dibuat terheran-heran dengan terobosan naik bus dibayar botol plastik. Rombongan ini seakan menikmati Suroboyo Bus itu ketika menuju Taman Bungkul. Di taman kebanggaan arek-arek Suroboyo itu, mereka menikmati sore dan kesejukan udara di taman tersebut.

Sebagai tuan rumah, Pemkot Surabaya juga menyambut tamu-tamu ini di kediaman Wali Kota Surabaya. Mereka dijamu makanan tradisonal khas Surabaya, serta pertunjukan kesenian Tari Reog dan Tari Remo. Selanjutnya, mereka mengunjungi Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan dan Kampung Jambangan.

Di tempat ini, mereka juga melihat bagaimana Surabaya mengelola sampah organik menjadi kompos. Lagi-lagi mereka mengapresiasi pengelolaannya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, delegasi ini berasal dari UN Environment Asia and The Pacific Office, salah satu lembaga PBB yang khusus menangani lingkungan hidup. Mereka khusus datang ke Surabaya untuk mengetahui secara langsung berbagai inovasi yang dilakukan kota Surabaya dalam mengelola sampahnya.

“Surabaya itu memang menjadi salah satu contoh kota di Indonesia yang memiliki inovasi banyak terhadap pengelolaan sampah. Kunci pengelolaan sampah yang baik itu adalah pemilahan dari sumber, terutama dari rumah tangga. Dan saat ini, Surabaya sudah berhasil menerapkan itu,” kata Vivien.

Sementara itu, Regional Director UN Environment Asia and the Pacific Office Dechen Tsering mengatakan, Surabaya merupakan salah satu kota yang penting di Indonesia karena telah berhasil mengelola sampah dengan baik. Bahkan, bisa mengubahnya menjadi energi listrik. Ia juga menilai bahwa Surabaya merupakan salah satu kota yang paling layak huni berdasarkan ukurannya.

“Kami melihat sendiri program penggunaan sampah untuk membayar tiket bus. Di kota ini juga banyak ruang terbuka hijau yang sehat dan tentu saja sebagai bagian dari program lingkungan PBB, kami sangat senang melihat hal ini. Ini kota bagi masa depan para pemuda,” kata Dechen.

Di samping itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kota Surabaya, M. Taswin menjelaskan, Pemkot Surabaya memang telah melakukan berbagai inovasi untuk pengelolaan sampah di Surabaya. Salah satunya melalui program reduce, reuse, recycle (3R) dengan pengurangan dan pemilahan sampah mulai dari sumbernya. Juga optimalisasi pemilahan sampah di TPS, pengolahan limbah plastik serta mengubah sampah menjadi sumber energi listrik.

“Dalam memanajemen sampah, Pemkot Surabaya turut melibatkan masyarakat dan berbagai pihak, salah satunya program Surabaya Green and Clean, Eco-School dan Surabaya Merdeka Dari Sampah. Semua ini merupakan bentuk nyata program partisipasi masyarakat dalam mengolah sampah di Surabaya,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia