Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Todong Pistol Juragan karena Kecewa Tak Bertemu Cewek Idaman

11 Januari 2019, 16: 49: 33 WIB | editor : Wijayanto

PEMABUK: Tersangka Arif saat diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

PEMABUK: Tersangka Arif saat diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Arif Gunawan, 43, berhasil diringkus polisi. Warga Klakah Rejo, Benowo ini sebelumnya dilaporkan dua kali menodongkan pistol kepada Andik Asmad, 34, warga Tambak Wedi, Kenjeran. Aksi Arif ini dilakukan setelah tak kesampaian menemui perempuan idamannya yang juga karyawan Andik.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika tersangka bersama temannya Wawan datang ke warung milik Andik.

Saat itu, Arif datang dengan membawa pistol air gun yang diselipkan di pinggangnya. Kemudian mendatangi korban dan meminta untuk dipanggilkan salah satu karyawan perempuannya. Namun, wanita yang dicari tersebut sedang tidak masuk kerja. "Diduga hendak diajak kencan oleh Arif," katanya.

Ia menuturkan, saat mendapat kabar tersebut Arif kesal. Dia menyangka Andil menyembunyikan karyawannya tersebut. Ia pun mendekati Andik dan menodongkan pistolnya ke arah pinggang dan paha kaki korban.

Kemudian, Arif keluar dan pulang. Keesokan harinya, Andik  dan Arif bertemu kembali. Saat itu Andik bersama temannya  di salah satu kafe Jalan Kenjeran. Penodongan kembali terjadi.

Andik yang merasa keselamatannya terancam melaporkan kejadian yang dialaminya ke Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. "Kami amankan tersangka beserta barang bukti pistol yang digunakan untuk menodongkan korban. Ia kami tangkap dalam keadaan mabuk berat," jelasnya.

Dari penuturan tersangka, pistol air gun yang dibawanya tersebut sudah rusak. Ia mengaku pistol tersebut didapat saat tersangka jalan-jalan ke sekitar Tugu Pahlawan, kemudian bertemu seseorang.

Orang ini menawarkan pistol ke tersangka dengan cara digadaikan seharga Rp 1 juta. Tersangka yang tertarik langsung memberikan uang yang diminta dan membawa pistol tersebut. "Katanya anggota polisi, saya juga tidak kenal dia. Saya tertarik saja memiliki pistol tersebut," katanya. (gun/rtn)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia