Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Kolaborasi Tarian Asia dan Eropa yang Sarat Pesan

11 Januari 2019, 07: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

KOLABORASI: Penari Indonesia Dian Bokir (atas) dan Penari asal Jerman Martina Feiertag, berkolaborasi dalam pertunjukan tari kontemporer yang berjudul

KOLABORASI: Penari Indonesia Dian Bokir (atas) dan Penari asal Jerman Martina Feiertag, berkolaborasi dalam pertunjukan tari kontemporer yang berjudul Somewhere In The Dust pada pementasan Sinergi Tari di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim, Rabu (9/1) (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tari menjadi salah satu elemen penyeimbang dan pemersatu dalam kesenian. Ragam gerak tari dan olah tubuh bergaya Asia dan Eropa menjadi satu dalam pentas Sinergi Tari yang digelar di Gedung Kesenian Cak Durasim kompleks Taman Budaya Jawa Timur, Rabu (9/1) malam.

Sajian dalam pentas tersebut sangat mengena akan pesan-pesan yang ingin disampaikan. Seperti halnya kehidupan yang terus berjalan. Sinergi Tari mencoba menampilkan apa yang berkembang saat ini. Pementasan Sinergi Tari merupakan sebuah karya tari kolaborasi seniman dan koreografer dari tiga negara yakni, Indonesia, Australia dan Jerman.

“Filosofi secara umum mengkiaskan layaknya pandangan yang buram seperti tersapu debu. Salah satu yang ditampilkan adalah Teater Tari Damar yang mengeksplorasi dan menggabungkan kekuatan tari Jawa dengan teknik, gerakan fisik dan elemen akrobatik. Ini juga merupakan penelitian tentang pergerakan, dinamika, dan energi antara tubuh Asia dan Eropa,” Kata Koordinator Artistik Jati Swara Indonesia, Heri Lentho.

Heri menambahkan, penampilan Sinergi Tari ini merupakan kerja sama dari seniman beberapa negara. Sekaligus agenda tahunan dalam rangka  bertukar informasi sekaligus bagian dari bentuk kreativitas seniman tari dunia. Sinergi Tari juga merupakan pemaknaan pada karya-karya kreatif seniman muda, khususnya bidang tari dimana saat ini dihampir setiap negara di dunia mulai meninggalkan warisan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa dan budaya. 

“Oleh karena itu kami kolaborasikan sekaligus mengenalkan dan melestarikannya,” pungkas Heri. (aji/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia