Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Sebulan Jual 1000 Butir, Untung Rp 1,3 Juta

GILA! Dua Gadis Cantik Jualan Pil Koplo di Kalangan Pelajar SMP-SMA

10 Januari 2019, 18: 40: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Empat tersangka jaringan pengedar pil koplo di kalangan pelajar.

DIAMANKAN: Empat tersangka jaringan pengedar pil koplo di kalangan pelajar. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Terpengaruh pergaulan negatif menyeret Adelia, 20, dan Dinda, 20, berurusan dengan polisi. Dua gadis yang tinggal di kawasan Manukan ini ditangkap lantaran terlibat peredaran pil koplo di kalangan pelajar.

Parahnya dua gadis yang masih memiliki hubungan keluarga ini mengedarkan pil tersebu ke kalangan pelajar SMA dan SMP.

Selain Adelia dan Dinda, dua tersangka lain juga diamankan yakni Dodik, 20, warga Simo Tembakan Surabaya dan Irwan, 29, warga Kediri. Keempatnya diamankan tim Unit Reskrim Polsek Genteng. Dari komplotan ini, polisi seluruhnya mengamankan barang bukti 10.686 butir pil koplo.

"Meski satu jaringan, namun keempatnya kami tangkap di tempat berbeda. Pertama kami tangkap dua gadis ini, selanjutnya tersangka Dodik dan Irwan," ungkap Kapolsek Genteng Kompol Ari Trestiawan, Kamis (10/1)

Ari mengatakan, penangkapan komplotan pengedar pil koplo ini berawal saat pihaknya mendapat informasi adanya peredaran pil itu di kalangan remaja di Surabaya. Selanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap Dinda dan Adelia.

"Setelah kami kembangkan, kami tangkap Dodik yang juga pengedar. Sedangkan Irwan adalah bandar yang biasa memasok pil koplo ke tiga pengedar itu," ujarnya.

Ari juga mengatakan bahwa kedua gadis cantik ini masih dalam hubungan keluarga.  Dinda sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Sedangkan Adelia sehari-hari menjaga warung di kawasan Manukan Surabaya.

"Dinda sering mampir di warung yang dijaga saudaranya itu (Adelia, Red). Keduanya setiap hari juga minum pil koplo sedikitnya tiga butir per hari, selain juga menjual kepada orang-orang. Karena pelanggan warkopnya rata-rata pelajar," tambah Ari.   

Sementara itu, kepada polisi, Dinda mengaku tergiur keuntungan dari menjual pil koplo tersebut setelah mengetahui jika saudaranya Adelia mendapat keuntungan sebesar Rp 1,3 juta per bulan dari hasil menjual pil tersebut. Dalam sebulan, Dinda dan Adelia bisa menjual pil koplo sebanyak 1000 butir. 

"Saya jual ke para pelajar, ada yang SMP dan SMA. Hasilnya lumayan," aku Dinda singkat. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia