Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Kasus Korupsi Penjualan Aset PT PWU

Lawan Kasasi MA, Wisnu Siapkan Tiga Novum untuk PK

10 Januari 2019, 16: 41: 54 WIB | editor : Wijayanto

DIEKSEKUSI: WIsnu Wardhana (rompi oranye bertopi) saat digiring ke Lapas Porong, Rabu (9/1).

DIEKSEKUSI: WIsnu Wardhana (rompi oranye bertopi) saat digiring ke Lapas Porong, Rabu (9/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Usai dieksekusi oleh tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, mantan ketua DPRD Surabaya yang terlibat kasus korupsi di BUMD milik pemprov Jatim, Wisnu Wardhana terus melawan.

Terbaru, melalui kuasa hukumnya Ma'ruf Syah, Wisnu melakukan upaya hukum luar biasa yakni Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) atas vonis enam tahun yang dijatuhkan kepada kliennya. Dia mengaku sudah menyiapkan tiga novum (bukti baru) untuk membebaskan kliennya dari jerat hukum.

Saat dikonfirmasi via handphone, Ma'ruf mengungkapkan jika tiga novum itu antara lain adalah penjualan dua aset milik PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Kediri dan Tulungagung pada 2003 yang dianggap merugikan negara Rp 11,07 miliar merupakan kebijakan perusahaan.

“Pejabat itu tidak bisa dihukum atas kebijakan yang muncul dari perusahaan. Ini yang tidak dimasukkan dalam pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara klien saya,” ungkapnya, Kamis (10/1)

Kemudian novum kedua, Makruf menyebut jika dalam perkara ini juga menyeret mantan direktur PWU Jatim Dahlan Iskan sebagai terdakwa. Anehnya, Dahlan malah lepas dari jerat hukum dan divonis bebas.

”Seharusnya, jika perkara ini dilakukan bersama-sama, maka selain Wisnu, Dahlan juga harus diputus bersalah. Sebaliknya jika Dahlan bebas, Wisnu juga harus bebas,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ma'ruf juga sudah menyiapkan novum ketiga. Sayangnya, dia enggan untuk merinci novum pamungkas yang hendak dia ajukan itu sehingga mampu membebaskan Wisnu.

 “Itu rahasia kami. Nanti novum itu akan kita buktikan di persidangan. Nanti kami ada kartu truf yang akan kami ajukan,” tandasnya bermain teka-teki.

Sebelumnya dalam kasus dugaan korupsi aset PT PWU ini, kejaksaan telah menetapkan empat tersangka. Yaitu Wisnu yang ketika itu menjabat sebagai ketua Biro Penjualan Aset PT PWU, Dirut PT PWU saat itu Dahlan Iskan, serta Sam Santoso dan Oepoyo (dua pihak swasta selaku pembeli aset PT PWU) di Kediri dan Tulungagung.

Kasus ini bermula dari penjualan dua aset milik BUMD Jatim tersebut di Kediri dan Tulungagung pada 2003 yang diduga merugikan negara sebesar Rp 11,07 miliar. Wisnu divonis tiga tahun di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kemudian, Wisnu banding ke Pengadilan Tinggi Jatim yang menurunkan vonisnya menjadi satu tahun penjara.

Namun, Kejati Jatim melakukan kasasi ke MA yang kemudian pada Desember 2018 lalu menaikkan vonis Wisnu menjadi enam tahun penjara. Setelah vonis MA turun, tiga pekan lalu, Wisnu melarikan diri hingga berhasil ditangkap tim Kejari Surabaya dalam sebuah aksi penggerebekan yang dramatis di Jalan Kenjeran. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia