Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Cari Kerja, Gadis Panceng Tewas Terlindas Truk Gandeng

10 Januari 2019, 14: 56: 46 WIB | editor : Wijayanto

NAHAS: Polisi mengevakuasi jenazah korban laka untuk dibawa di RSUD Ibnu Sina dengan ambulans.

NAHAS: Polisi mengevakuasi jenazah korban laka untuk dibawa di RSUD Ibnu Sina dengan ambulans. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Ruas jalan kawasan Bunder di depan Kantor BPS Gresik mendadak macet, Rabu siang. Kemacetan disebabkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan Nur Istiqomah, 23, warga Desa Siwalan RT 06 RW 11, Kecamatan Panceng, meninggal dunia di lokasi.

Korban meninggal dunia terlindas truk gandeng saat berangkat mencari pekerjaan. Pasalnya, di dalam tas korban ada surat lamaran kerja. Selain Nur Istiqomah, rekan korban sedesa yang dibonceng Syafa’atul Istiqomah, 25, mengalami luka berat dan dirujuk RSUD Ibnu Sina Gresik.

Menurut saksi mata Eko, 27, pengadara motor asal Surbaya, kedua korban berboncengan mengendarai Honda Vario nopol 6445 MM. Keduanya melintas dari terminal Bunder mengarah ke Kota Gresik di Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Saat melintas di depan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik, korban yang berada di sebelah kiri truk gandeng memperlambat laju kecepatannya. Namun, stir motor yang dikemudikannya membentur truk gandeng yang ada di sebelah kanan.

Akibat benturan itu, korban lepas dari stang kendaraan dan terjatuh di sisi kanan masuk kolong truk. Sesaan kemuidan roda truk melindas kepala korban hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP). "Pengemudi truk gandeng sempat melarikan diri sewaktu melindas korban," kata saksi.

Sementara Ratno, 50, petugas kebersihan BPS Gresik. Menurutnya, dirinya sempat melihat truk gandeng yang melindas korban. Bahkan, usai kejadian itu hendak menolong namun korban sudah meninggal dunia.

"Saya berlari terdengar suara brak utuk  menolong korban tapi sudah meninggal di tempat. Tubuh korban terlindas tidak tega melihatnya," kata Ratno.

Akibat kecelakaan ini arus lalu lintas di Jalan Wahidin Sudirohusodo yang mengarah ke arah Surabaya sempat melambat. Pasalnya, tubuh korban masih tergeletak menunggu mobil ambulance datang. Setelah datang, jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina.(yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia