Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Oknum Pejabat PDAM Surya Sembada Pemeras Kontraktor Dijemput Paksa

10 Januari 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TAK MELAWAN: Tersangka Retno Tri Utomo (kanan) seusai dijemput tim dari Kejaksaan Agung.

TAK MELAWAN: Tersangka Retno Tri Utomo (kanan) seusai dijemput tim dari Kejaksaan Agung. (Kejati Jatim for Radar Surabaya.)

Share this      

SURABAYA - Tersangka Retno Tri Utomo (RTU) dijemput paksa di rumahnya di Perum Gunungsari Indah blok AZ, Kedurus, Karang Pilang, Surabaya. Retno dieksekusi setelah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan dugaan pemerasan terhadap kontraktor sebesar Rp 1 miliar. 

Oknum pejabat PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ditangkap oleh tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (8/1) malam sekitar pukul 23.00. Tak hanya tim dari Kejagung, penangkapan juga dibantu dari anggota intelejen Kejati Jatim.

"Benar tersangka sudah dieksekusi. Saat ini tersangka berada di Rutan kelas I Surabaya Cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," ungkap  Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Richard Marpaung, Rabu (9/1).

Sebelumnya, Retno Tri Utomo menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia disangka telah melakukan tindak pemerasan atau menyalahgunakan kewenangannya untuk meminta sejumlah uang pada kontraktor yang tengah menangani proyek-proyek di lingkungan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri menyatakan, dalam kasus ini RTU diduga memeras Chandra Ariyanto selaku Direktur PT Cipta Wisesa Bersama. RTU diduga memaksa Chandra agar memberikan uang sebesar Rp 1 miliar.

Modusnya, ia meminta uang disertai dengan ancaman, jika tak diberi, korban tidak akan dapat ikut lelang di PDAM. Chandra diketahui merupakan kontraktor penyedia barang dan jasa pekerjaan jaringan pipa. Jaringan pipa itu dipasang di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MERR) sisi timur. 

"Modusnya mengancam dan mengintimidasi  korban tidak boleh ikut lelang jika tidak menyetor sejumlah uang yang diminta," ujar Kapuspenkum Kejagung Mukri.

Akibat ancaman tersebut, korban akhirnya terpaksa mentransfer uang yang diminta secara bertahap pada rekening bank yang ditunjuk tersangka.  Korban pun sudah delapan kali melakukan transfer dengan total nilai sebesar Rp 900 juta yang baru dapat dipenuhinya.

"Kasus ini masih kita kembangkan, termasuk apakah masih ada keterlibatan pihak lain," tambahnya.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf e UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 421 KUHP. (yua/rud)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia