Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Disini di Surabaya, Anak Jalanan dan Putus Sekolah Bisa Bermimpi Indah

10 Januari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERMIMPI: Pondok Sosial Kampung Anak Negeri, Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya yang bertempat di Jalan Wonorejo Timur 130, Rungkut

BERMIMPI INDAH: Pondok Sosial Kampung Anak Negeri, Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya yang bertempat di Jalan Wonorejo Timur 130, Rungkut (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap masa depan anak jalanan, ternyata bukan isapan jempol belaka. Di Pondok Sosial Kampung Anak Negeri, Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya yang bertempat di Jalan Wonorejo Timur 130, Rungkut, pemkot membina anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Dinsos Surabaya Erni Lutfia menyampaikan, pembinaan tidak hanya sekadar dilakukan secara formal. Namun juga pengembangan bakat dan minat hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi gemilang. Selain itu, anak-anak yang tinggal di Kampung Anak Negeri memiliki berbagai latar belakang.

Ia menjelaskan, anak-anak yang dibina ini berasal dari anak putus sekolah, anak hasil penjangkauan, hingga anak-anak hasil penertiban razia Satpol PP di jalanan. “Bagi anak jalanan yang terkena razia Satpol PP selanjutnya didata, jika masih mempunyai keluarga akan dipulangkan. Sementara yang tidak mempunyai keluarga, kami bina di Kampung Anak Negeri,” kata Erni, Rabu (9/1).

Erni mengatakan, saat ini Kampung Anak Negeri ditinggali sebanyak 35 anak. Mereka berusia rata-rata mulai dari 7 hingga 18 tahun. Sistem pembinaan yang diterapkan pun ada dua jenis, yakni pendidikan formal dan non formal. “Untuk pendidikan formal, mereka bersekolah. Kalau SD di SDN Kedung Baruk, SMPN 23 dan SMKN 10 Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, bagi anak yang mengalami putus sekolah atau di-drop out, akan diikutkan kejar paket. Setiap harinya, di Kampung Anak Negeri tidak pernah sepi dari aktivitas. Sejak pagi, mereka sudah diajak untuk salat subuh berjamaah. Selanjutnya, bagi yang menempuh pendidikan formal, akan diantar ke sekolah. Selain itu, bagi anak yang menempuh pendidikan kejar paket, siangnya diberi kegiatan wirausaha. Bahkan, Erni mengaku, ada juga pembinaan untuk keagamaan yang berkaitan dengan baca tulis Alquran setiap malam sehabis shalat maghrib.

Tak pelak, banyak dari mereka yang telah berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik tingkat regional maupun nasional. Seperti Ari Mukti,14, pernah meraih juara satu pertandingan tinju kelas 38 kilogram, Kejurda Tinju Amatir Yunior Youth se-Jawa Timur tahun 2017. Dari cabang silat, Muhammad Hasyim, 14, pernah meraih juara satu tapak suci usia dini, se-Kota Surabaya.

Di cabang balap sepeda, Marfel Maulana,7, meraih juara tiga Kejuaraan Balap Sepeda MTB Piala Koni Kota Surabaya. Dan Luhur Aditya Prasoja, 16, juga pernah meraih juara dua kejuaraan balap sepeda usia dini seri ke-3, Trophy Ketua ISSI Jawa Tengah.

Erni juga menjelaskan, di tempat ini mereka juga diajak belajar berwirausaha. Seperti cuci motor, pembuatan ayam geprek, servis handphone, dan minuman tradisional kunyit asam. Beberapa produk dari buatan tangan mereka kemudian dipasarkan ke hotel dan kantoran. Pihaknya berharap, agar ke depannya anak-anak itu bisa hidup secara mandiri.  “Jadi ada pembinanya juga yang membimbing mereka, dan mereka juga dapat tambahan uang saku dari hasil wirausaha tersebut,” ungkapnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia