Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Kuliner Khas Gresik Kreasi Bandeng Mengare

Diolah dengan Madu, Pelanggan dari Berbagai Kalangan

09 Januari 2019, 16: 48: 09 WIB | editor : Wijayanto

BANDENG MADU: Pengunjung menikmati Bandeng madu kuliner baru di kota Gresik.

BANDENG MADU: Pengunjung menikmati Bandeng madu kuliner baru di kota Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

Bagi pecinta kuliner di wilayah Kabupaten Gresik, tidak akan asing dengan makanan olahan ikan bandeng. Namun, olahan bandeng di Rumah Makan Ikan Bakar Mengare (IBM), Jalan Desa Peganden, Kecamatan Manyar terlihat sangat berbeda.

Yudi Dwi Anggoro-Wartawan Radar Gresik

Meski baru beberapa hari beroperasi, sudah banyak pembeli yang hilir mudik. Salah satunya, Safitri. Perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan wilayah Gresik itu mengaku suka dengan makanannya. Bumbu rempahnya sangat terasa. Bandeng bakar madu tanpa duri andalannya.   \

Satu ikan dibelah dua. Kemudian, dibakar. Bumbu yang digunakan sangat berbeda. Olesan madu menambah cita rasa manis, dan guris. Sangat pas jika disantap dengan sepiring nasi putih. Belasan menu olahan bandeng tersedia di tempat makan itu.

“Terutama bandeng bakar madunya. Sangat enak. Bandengnya gurih. Mungkin karena asli Mengare ya. Harganya sangat terjangkau. Ini bisa menjadi langganan saya setiap hari,” ujar wanita 24 tahun itu sambil tersenyum.

Dikatakannya, rasa masakan di tempat ini (Ikan Bakar Mengare, Red) dipastikan tidak kalah dengan makanan di rumah makan yang besar di wilayah Gresik. Bandengnya ada yang tanpa duri. “Ada juga yang bandeng bakar lumpur sangat enak rasanya,” imbuhnya.

Pengelola Ikan Bakar Mengare (IBM) Miftakhul Huda mengatakan, menu makanan sangat bermacam-macam. Memang sebagian besar berbahan ikan bandeng. Asli wilayah Mengare. Bumbu rempahnya juga demikian. “Alhamdulillah sudah banyak warga yang membeli dan menikmati,” ujar pria asal Desa Watuagung RT 05 RW 02, Kecamatan Bungah.

Selain bandeng juga ada menu lainnya, seperti sate udang, sate cumi-cumi, ayam bakar madu, lele penyet hingga asem-asem sembilang. Tak heran, jumlah pengunjung dan pelanggan makin banyak. Tidak hanya dari dalam kota juga luar. “Dari semua kalangan pernah ke sini,” ungkapnya.(*/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia