Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Niat Bikin Command Center, Anggaran Digantung

09 Januari 2019, 01: 35: 19 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK: Komisi I DPRD Gresik saat memantau ruang server cadangan milik Kominfo yang kurang layak pakai beberapa waktu lalu.

SIDAK: Komisi I DPRD Gresik saat memantau ruang server cadangan milik Kominfo yang kurang layak pakai beberapa waktu lalu. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk membuat command center masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan anggaran untuk command center berada di organisasi perangkat daerah (OPD) mana. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengaku untuk tahun 2019 tidak ada anggaran tersebut.

Kepala Diskominfo Kabupaten Gresik Budi Raharjo mengatakan, pihaknya memang mengajukan anggaran untuk command center pada APBD 2019. Namun, pihaknya belum mendapat kepastian apakah anggaran tersebut disetujui atau tidak. “Di Diskominfo anggarannya tidak ada. Sehingga kami juga tidak tahu pasti anggarannya masuk di dinas mana,” ujarnya.

Dikatakan, dari informasi yang diterima anggaran tersebut masuk di Bagian Umum Pemkab Gresik. Namun, pihaknya belum memastikan apakah anggarannya ada atau tidak. “Saya masih koordinasi dengan OPD lain. Kalau memang ada berarti tahun 2019 akan segera dibangun command center,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Gresik Edi Santoso mengatakan untuk anggaran command center pada rapat anggaran memang muncul. Pihaknya akan melihat lagi anggaran tersebut berada di dinas mana. “Ada anggaran command center,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gresik telah merencanakan pembangunan pusat kendali siaga (command centre) sejak 2017 lalu. Ini untuk menangani situasi darurat dan laporan warga di Kabupaten Gresik. Letak Command Centre ada di Kantor Bupati Gresik.

Command center nantinya dilengkapi layar pantau ukuran besar untuk memonitor situasi kota. Pembangunan command center ini merupakan rangkaian program menuju smart city yang telah dimulai sejak tahun 2004 lalu. Pada 2004 Gresik membangun website, tahun 2011 Bupati menerbitkan Perbup 52/2011 tentang Masterplan IT, 2012 Pemkab Gresik membangun Jaringan Fiber Optik (FO). 

Nantinya, smart city bakal didukung beberapa teknologi informasi. Di antaranya, pembangunan ekonomi cerdas (smart economy), partisipasi cerdas masyarakat (smart people), tata pemerintahan cerdas (Smart Government). Kemudian, pengelolaan sarana transportasi cerdas (smart mobility), pengelolaan sumber daya alam cerdas (smart living), pemeliharaan lingkungan cerdas (smart environment). (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia