Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Berburu Payung Unik, Dari Bentuk Helm hingga Couple

09 Januari 2019, 08: 40: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

NGEJRENG: Nicholas Widjaja (kanan) dan Chatty Anita menggunakan payung unik dengan bentuk helm di area Lenmarc Mall Surabaya, Selasa (8/1).

NGEJRENG: Nicholas Widjaja (kanan) dan Chatty Anita menggunakan payung unik dengan bentuk helm di area Lenmarc Mall Surabaya, Selasa (8/1). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Bulan Januari Surabaya masih akan tetap diguyur hujan. Nah, salah satu item yang tak bisa ditinggalkan selama musim hujan adalah payung. Namun, tinggalkan payung yang bentuknya monoton. Karena kini, di tengah guyuran hujan pun tetap bisa gaya dengan mengenakan payung anti mainstream dari Creative Corner Lenmarc Mall Surabaya ini. 

Seperti payung helm ini. Sesuai namanya, payung ini memiliki bentuk seperti helm. Uniknya, jika dilihat sekilas, payung ini juga mirip dengan bentuk rambut Maruko Chan dalam serial anak-anak Jepang. 

Payung unik ini hadir dalam berbagai warna, seperti merah, hijau neon, biru muda, hingga hitam. Payung ini memiliki diameter 70 sentimeter dengan bagian penutup atas yang lebih tinggi ketimbang payung kebanyakan. Inilah yang membuat payung ini berbeda dari payung kebanyakan. Namun karena diameternya yang cukup sempit, payung ini hanya dapat dikenakan sendiri. 

Namun jangan khawatir, untuk pasangan, agar semakin mesra berjalan di bawah hujan. Ira, Kru dari Creative Corner Surabaya menjelaskan, juga ada payung couple. Dibandingkan dengan payung helm, bentuk payung couple ini lebih sederhana. Hampir sama dengan payung pada umumnya, hanya saja tempurungnya memanjang ke samping. Kira-kira luasnya 120 cm x 60 cm.  lengkap dengan pegangan yang berada di tengahnya.

Meski dibuat untuk pasangan, payung couple ini cukup simpel. Dengan pilihan warna navy dan hitam. 

Payung-payung unik  ini didatangkan langsung dari Jepang sejak musim penghujan ini. “Jadi meskipun konsepnya lovey dovey, namun tidak berlebihan, dan tentunya lebih wearable,” jelasnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia