Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Tak Mau Gagal Lagi, Normalisasi Sungai Mulai Bulan Depan

08 Januari 2019, 07: 53: 18 WIB | editor : Wijayanto

DANGKAL: Sungai Sidokare yang batal dikeruk tahun 2018 akan dinormalisasi tahun ini.

DANGKAL: Sungai Sidokare yang batal dikeruk tahun 2018 akan dinormalisasi tahun ini. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Sejumlah proyek normalisasi sungai yang dikerjakan tahun lalu belum tuntas. Bahkan, ada yang gagal. Hal itu karena lelang program tersebut baru berjalan pada pertengahan tahun. Sehingga pengerukan tidak menyentuh seluruh sungai di Kota Delta.

Salah satu sungai yang gagal dinormalisasi tahun lalu adalah Sungai Sidokare. Anggaran yang disiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencapai Rp 10 miliar. Namun, ketika lelang dilakukan pada pertengahan tahun lalu gagal.

Begitu juga dengan Sungai Pucang. Target normalisasi tidak berjalan karena terkendala waktu. Sedangkan pekerjaan yang tidak optimal adalah Sungai Buntung. Dinas PUPR baru bisa mengeruk kali sepanjang 2,5 kilometer.

Kepala Bidang Bina Manfaat Bambang Tjatur mengakui bahwa normalisasi memang belum berjalan lancar. Kendalanya sering terjadi dalam waktu lelang. "Tahun lalu waktunya terbatas," katanya.

Normalisasi Sungai Sidokare, misalnya. Sejak masuk proses lelang, tidak ada rekanan yang menawar. Proses lelang bahkan diulang hingga dua kali. Namun tetap tidak ada yang menawar. Selain keterbatasan waktu, rekanan tidak sanggup memenuhi persyaratan yang diajukan.

Bambang menilai proses perencanaan membuat lelang tidak bisa berjalan di awal tahun. Dalam tahapan itu, Dinas PUPR harus menentukan berapa alat yang dibutuhkan untuk pengerukan. Juga panjang sungai yang dinormalisasi.

Agar kendala itu tidak lagi terulang, Dinas PUPR sudah merancang target. Normalisasi harus berjalan sejak awal tahun. Saat ini proses perencanaan normalisasi sedang digarap. Akhir bulan diharapkan sudah tuntas. "Sehingga bisa masuk lelang bulan depan," tuturnya.

Selain sungai kecil, Dinas PUPR memprioritaskan normalisasi sungai besar seperti Sungai Buntung, Sidokare, Ketapang, dan Pucang. Alokasi anggaran mencapai Rp 80 miliar. Selain lelang, pengerukan sungai juga dikerjakan dengan sistem swakelola. Dinas PUPR mengerahkan alat berat membantu pengerukan. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia